Tanggal Pergerakan Nasional yang Berupaya Mempersatukan Bangsa

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pergerakan nasional diawali dengan berdirinya organisasi Budi Utomo yang dipelopori oleh para pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen). Tanggal pergerakan nasional yang berupaya mempersatukan bangsa Indonesia yaitu 20 Mei 1908.
Pergerakan nasional ini sendiri merupakan sebuah perjuangan yang dilakukan untuk memperbaiki kehidupan bangsa Indonesia. Dengan demikian, bangsa Indonesia bisa menjadi lebih sejahtera.
Tanggal Pergerakan Nasional yang Berupaya Mempersatukan Bangsa Indonesia
Menurut buku Sejarah Perjuangan Indonesia, Armelia F (2020: 20), pada awal abad ke-20, babak baru bagi perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah dimulai. Perjuangan ini mulai menggunakan organisasi modern.
Salah satu penyebab munculnya babak baru ini adalah adanya Politik Etis oleh Belanda yang secara tidak langsung membuat kaum intelektual pribumi tergerak.
Lalu, tanggal pergerakan nasional yang berupa mempersatukan bangsa ini adalah 20 Mei 1908. Hal ini disebabkan pada tanggal tersebut, organisasi yang bernama Boedi Oetomo berdiri.
Organisasi ini merupakan terdiri dari pelajar y ang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Arsten) yaitu Goenawan, Dr. Tjipto Mangoenkeosoemo, Soeraji, serta R.T. Ario Tirtokusumo.
Faktor Munculnya Pergerakan Nasional
Munculnya pergerakan nasional ini disebabkan oleh dua faktor. Berikut penjelasannya.
1. Faktor Internal
Adanya rasa tidak puas, penderitaan, rasa kesedihan dan kesengsaraan dari kehidupan bangsa Indonesia terhadap penjajahan dan penindasan kolonial.
Ketidakpuasan itu sebenarnya sudah lama mereka ungkapkan melalui perlawanan bersenjata melawan Belanda di berbagi daerah, antara lain: perlawanan yang dipimpin oleh Pattimura, Teuku Umar, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro dll.
2. Faktor Eksternal
Masuknya paham liberalisme dan human rights.
Diterapkannya pendidikan sistem barat dalam pelaksanaan Politis Etis pada 1902. Sehingga menimbulkan wawasan luas bagi pelajar Indonesia.
Kemenangan jepang terhadap Rusia tahun 1905, yang membangkitkan rasa percaya diri bagi rakyat Asia-Afrika dan bangkit melawan penjajah.
Gerakan Turki Muda pada 1896-1918 yang bertujuan menanamkan dan mengembangkan nasionalisme Turki.
Gerakan Pan-Islamisme yang ditumbuhkan oleh Djamaluddin al-Afgani yang mematahkan dan melenyapkan imperialisme barat.
Pergerakan nasional di Asia, seperti gerakan Nasionalisme di India, Tiongkok, dan Philipina.
Baca Juga: Sejarah Latar Belakang Ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional
Dapat disimpulkan bahwa tanggal pergerakan nasional yang berupaya mempersatukan bangsa Indonesia yaitu 20 Mei 1908. Hingga saat ini, setiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. (Umi)
