Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid bagi Muslimah

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata cara mandi wajib setelah haid perlu diketahui oleh muslimah. Hal ini penting karena untuk kembali dapat melaksanakan kewajiban salat fardu, muslimah diwajibkan terlebih dahulu membersihkan diri dengan mandi wajib.
Mandi wajib disebut juga mandi janabah atau junub, yaitu berfungsi untuk menghilangkan hadas besar. Mandi wajib terdiri dari dua rukun, yakni niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.
Cara Mandi Wajib Setelah Haid
Mengutip buku Be Smart PAI, Tuti Yustiani (2008), mandi wajib adalah bersuci dengan cara meratakan air yang suci lagi menyucikan ke seluruh tubuh dengan disertai niat menghilangkan hadas besar.
Imam An-Nawawi dalam kitab Sullam Munajat ‘ala Safinah as-Shalat, menyatakan rukun mandi wajib yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.
و(فروض الغسل) أي أركانه للحي واجبا كان أو مندوبا (اثنان الأول: نية الطهارة للصلاة أو رفع الحدث الأكبر) فإن ترك التقييد بالأكبر كفي، وإن نوى الغسل فقط فلا (أو نحوهما) كنية الغسل للصلاة ورفع جنابة، وأن لم يعين سببها (بالقلب) كما في الوضوء (مع أول جزء يغسل من بدنه) مفروض لا مندوب كباطن فم وأنف، فلو اقترنت النية بمفروض من البدن كفي ولو من أسفل البدن ولو حالة استنجائه، لأن بدنه كعضو واحد فلا ترتيب فيه (فما غسله قبلها) أي النية (لا يصح فيجب إعادة غسله بعدها) أي النية
Artinya: "Adapun fardu mandi yakni rukunnya, baik mandi wajib atau mandi sunah, itu ada dua; (pertama) niat bersuci untuk salat atau niat menghilangkan hadas besar) jika dalam lafal niat tidak menyebutkan ‘untuk menghilangkan hadas besar’ tidak mengapa, tapi jika hanya ‘meniatkan mandi’ saja tidak cukup. Atau cukup dengan niat mandi untuk salat dan untuk menghilangkan janabah, sekalipun tidak menentukan sebab mandi. Adapun tempat niat mandi di dalam hati, sebagaimana niat wudhu, bersamaan dengan basuhan pertama anggota badan yang wajib bukan yang sunnah seperti membasahi bagian dalam mulut dan hidung. Niat saat basuhan pertama pada badan itu sah sekalipun basuhan dimulai dari bawah sekalipun saat istinja, karena badan itu satu kesatuan sehingga tidak perlu berurutan. Adapun yang dibasuh sebelum niat maka tidak sah sehingga wajib mengulang mandinya setelah niat yang diucapkan."
Secara rinci, tata cara mandi wajib setelah haid adalah sebagai berikut.
1. Niat
Niat diucapkan dalam hati bersamaan dengan saat mengguyurkan air ke badan. untuk pertama kali. Adapun lafal niat mandi wajib setelah haid adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar disebabkan haid karena Allah Ta’ala."
2. Meratakan Air
Muslimah wajib meratakan air. Air harus dipastikan mengalir ke seluruh anggota badan, termasuk sela-sela kuku, rambut, telinga dalam, dan daerah kewanitaan yang terlihat saat jongkok.
Baca Juga: Jalani Ramadan dengan Semangat Terus Jadi Baik bersama kumparan
Demikian tata cara mandi wajib setelah haid yang wajib dilakukan oleh muslimah. Setelah mandi wajib, muslimah dapat kembali melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam, seperti salat dan puasa. (ARD)
