Tata Rias Pengantin dalam Pernikahan Adat Sunda

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adat pernikahan di Indonesia beraneka ragam sesuai dengan budaya dan tradisi masing-masing suku bangsa. Adat pernikahan tidak hanya mencakup tata cara upacara dalam adat pernikahan, namun juga busana pengantin dan tata rias. Tata rias pengantin wanita dimaksudkan supaya pengantin wanita terlihat anggun dan cantik pada saat hari pernikahannya. Salah satu adat pernikahan yang menarik untuk kita cari tahu tata rias dan busananya adalah pernikahan adat Sunda. Dalam artikel berikut ini, kita akan mengenal tata rias pengantin dalam pernikahan adat Sunda beserta busana pengantin yang dikenakan.

Tata Rias Pengantin Adat Sunda
Menurut buku Selamina (Selamanya) Sundanese Wedding - Tata Rias, Busana, dan Adat pernikahan Sunda oleh Reita Giadi dan Ade Aprilia (2020: 11-34) pengantin adat Sunda tersohor akan keselarasan busana dan tata riasnya yang elegan. Sunda Putri dan Sunda Siger merupakan gaya riasan yang paling banyak digunakan oleh calon mempelai.
Sunda Putri: Sunda Putri merupakan tradisi pengantin Sunda secara umum. Mempelai wanita mengenakan sanggul bentuk Puspasari dengan hiasan ronce bunga, kembang goyang, dan tiara kecil. Ciri khas lainnya adalah hiasan kembang turi dan sirih tumbal.
Sunda Siger: Berbeda dengan Sunda Putri, pengantin perempuan Sunda Siger memakai mahkota yang disebut Siger (Sekar Arum). Ini merupakan pakaian kebesaran ratu Tanah Pasundan.
Sedangkan untuk busananya, pengantin wanita mengenakan pakaian sebagai berikut:
Kain: Corak kain yang dikenakan pengantin wanita ada 3 macam, yaitu Sidomukti tanpa buket, lereng eneng, dan lereng pamor. Kain harus diwiru dan banyaknya lipatan disesuaikan dengan panjang pendeknya kain. Jumlah wiru harus ganjil, dengan peletakkan kira-kira 3 jari dari batas pusar ke kanan, dan menghadap bawah.
Kebaya: Bahan kebaya terbuat dari brokat (atau bahan mewah lainnya) berwarna putih dan dihiasi payet yang serasi.
Kerudung: Kerudung putih sebagai penutup rambut digunakan saat upacara akad nikah.
Selop: Selop berwarna putih keperakan, bertumit tinggi, dengan bordiran. Selop harus dipakai sebelum mengenakan kain sehingga panjang kain jatuh tepat sampai pada mata kaki.
Perhiasan: Perhiasan yang dipilih adalah yang berwarna perak.
Sepasang subang (hiasan telinga) permata,
Bros sebanyak satu hingga tiga buah.
Seuntai kalung permata atau seuntai kalung berantai panjang.
Sepasang gelang permata.
Cincin permata.
Yang juga membedakan Sunda Siger dan Sunda Putri adalah sepasang kilat bahu, ikat pinggang, mahkota, siger, dan lain-lain.
Itulah penjelasan mengenai tata rias pengantin dalam pernikahan adat Sunda dan busana pengantin untuk pengantin wanita adat Sunda.(IND)
