Teknik Pengambilan Sampel Kuantitatif yang Sering Dilakukan Peneliti

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknik pengambilan sampel kuantitatif adalah sebuah cara pengambilan data dari sampel untuk penelitian yang menggunakan metode kuantitatif.
Menurut Sugiyono pada bukunya yang bertajuk Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D tahun 2013, metode penelitian kuantitatif ialah:
Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data menggunakan data kuantitatif atau statistik untuk menguji hipotesis penelitian.
Teknik Pengambilan Sampel Kuantitatif
Dalam buku Metode Penelitian Kuantitatif yang ditulis oleh Deni Darmawan pada 2014, teknik pengambilan sampel kuantitatif dibedakan menjadi dua macam, yani sampel acak atau random sampling/probability sampling, dan sampel tidak acak atau nonrandom sampling/nonprobablity sampling.
1. Random Sampling/Probability Sampling
Merupakan cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil pada setiap elemen populasi.
Teknik Random Sampling/Probability Sampling, antara lain:
Simple random sampling atau sampel acak sederhana, yang memberikan kesempatan yang sama kepada populasi untuk dijadikan sampel, dimana anggota populasi tidak memiliki strata sehingga relatif homogen.
Stratified random sampling atau sampel acak distratifikasi, yakni pengambilan secara acak dua lapis yang dilakukan jika populasi terdiri atas beberapa strata dan sampelnya diambil secara acak dari setiap strata tersebut.
Cluster sampling atau sampel gugus, merupakan pengambilan sampel secara acak dan berumpun, dimana anggota sampel dalam teknik ini adalah rumpun-rumpun, dari setiap rumpun diambil rumpun kecil yang sama.
Systematic sampling, merupakan cara pengambilan sampel yang sampel pertamanya ditentukan secara acak, sedangkan sampel berikutnya diambil berdasarkan satu interval terntu.
Area sampling, dipakai ketika peneliti dihadapkan pada situasi bahwa populasi penelitiannya tersebar di berbagai wilayah.
2. Nonrandom Sampling/Nonprobablity Sampling
Adalah tenik pengambilan sampel di mana setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel, jenisnya:
Sampling seadanya, yaitu anggota sampel (responden) yang terpilih adalah seadanya.
Convenience Sampling, teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan saja, anggota populasi yang ditemui peneliti dan bersedia menjadi responden dijadikan sampel.
Purposive sampling, yaitu responden yang terpilih menjadi anggota atas dasar pertimbangan peneliti sendiri.
Judgment sampling, sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya
Quota sampling, merupakan metode penerapan sampel dengan menentukan quota terlebih dahulu pada masing-masing kelompok, sebelum quota masing-masing kelompok terpenuhi, penelitian belum dianggap selesai.
Snowball sampling, digunakan jika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya. (adelliarosa)
