Konten dari Pengguna

Teks Ceramah Ramadhan Singkat untuk Muhasabah Diri

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ceramah Ramadhan Singkat. Foto: dok. Muhammad Adil (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ceramah Ramadhan Singkat. Foto: dok. Muhammad Adil (Unsplash)

Ceramah Ramadhan singkat merupakan materi yang banyak digunakan umat muslim untuk meningkatkan keimanan di bulan Ramadhan. Tak hanya itu, materi ceramah juga banyak digunakan sebagai bahan muhasabah diri. Berikut ini adalah salah satu contoh teks ceramah Ramadhan singkat yang dapat Anda renungi.

Contoh Teks Ceramah Ramadhan Singkat untuk Muhasabah Diri

Ilustrasi Ceramah Ramadhan Singkat. Foto: dok. Madrosah Sunnah (Unsplash)

Dalam bulan suci Ramadhan, tak jarang umat muslim berlomba-lomba untuk dapat meningkatkan keimanan. Salah satu cara yang banyak dilakukan untuk membantu meningkatkan keimanan adalah dengan mendengarkan ceramah. Ceramah biasanya berisi nasihat agama yang dapat dijadikan bahan renungan.

Dalam buku berjudul 212 Nasehat Hati yang ditulis oleh Rozi Ibnu Sahrowardi (2017:217) juga disebutkan bahwa nasihat adalah mengajak orang lain untuk melaksanakan sesuatu yang bermanfaat dan mencegahnya dari perbuatan yang mudharat atau merugikan sehingga menjerumuskan orang ke dalam neraka.

Untuk membantu Anda meningkatkan keimanan dan muhasabah diri di bulan Ramadhan, berikut ini adalah teks ceramah Ramadhan singkat yang dikutip dari buku berjudul Kumpulan Kultum Ramadhan: Berkaca Pada Jiwa 2 yang disusun oleh Prito Windiarto dan Taupiq Hidayat (2021:8-10).

Ilustrasi Ceramah Ramadhan Singkat. Foto: dok. Masjid Pogung Dalangan (Unsplash)

Syukron wahamdan lillah. Segenap kesyukuran untukNya. Tiada illah selainNya. Semoga kita senantiasa ada dalam lindunganNya. Allohumma sholi ‘ala Muhammad. Semoga shalawat senantiasa untuk teladan kita, nabi Muhammad saw.

Pada kultum sebelumnya kita sudah mengupas perihal puasa sebagai penghapus dosa-dosa dan puasa sebagai penghalang dari api neraka. Berikut adalah keutamaan berpuasa berikutnya.

Puasa merupakan sebab tercapainya kebahagiaan dunia akhirat. Rasulullah SAW bersabda. “Ada dua kegembiraan bagi seorang yang puasa: kegembiraan saat dia berbuka dan kegembiraan saat berjumpa dengan Rabb-Nya di akhirat.” (HR Bukhori dan Muslim). Begitulah, dengan berpuasa kita memperoleh dua kenikmatan. Kenikmatan pertama di dunia saat berbuka, dan kenikmatan kedua saat di akhirat, ketika bertemu dengan Rabb-Nya. MasyaAllah.

Puasa merupakan jalan menuju Surga. Imam Bukhori dan Imam Muslim meriwayatkan hadits yang cukup panjang berkenanan dengan ini. Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di surga nanti ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyan, orang-orang yang berpuasa akan masuk Surga melalui pintu tersebut dan tak seorang pun yang akan memasukinya selain mereka.

Dikatakan kepada mereka, ‘Di mana orang-orang yang berpuasa?’ maka kemudian mereka berdiri dan dikatakan, ‘Tak seorang pun memasuki pintu tersebut selain mereka.’ Maka, jika mereka telah masuk semua, pintu itu segera ditutup kembali dan tidak diperkenankan memasukinya selain mereka.”

Puasa dapat memberi syafaat. Dari Abdullah bin Amr bin Ash RA., Rasulullah saw. bersabda. “Puasa dan Al Quran dapat memberikan syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabb, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwatnya sepanjang siang hari maka berikanlah syafaatku kepadanya.’ Al Quran berkata, ‘Aku telah mencegahnya dari tidur pada malam hari maka berikanlah syafaatku kepadanya.’ Lalu, keduanya pun memberikan syafaat.” (HR. Ahmad, Al Hakim, Ibnu Mubarok)

Bau orang yang berpuasa lebih harum dari kesturi Rasulullah saw. bersabda, “Demi jiwa Muhammad di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang puasa itu lebih disukai Allah dari pada aroma kesturi.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Subhanallah. Betapa agungnya keutamaan ibadah puasa. Pada akhirnya, semoga kita dapat melaksanakan puasa sebaik-baiknya dan mendapatkan keutamaan yang istemwa tersebut. Aamin Ya Rabb. Wallahu a’lam bishowab. Hasbunalloh wani’mal wakil, ni’mal maula wani’mannashir.

(Ceramah oleh Prito Windiarto)

Baca juga: Contoh Tema dan Isi Ceramah Ramadhan sebagai Referensi

Sekian teks ceramah Ramadhan singkat yang dapat Anda gunakan sebagai materi untuk muhasabah diri dan meningkatkan keimanan di bulan Ramadhan. (DAP)