Teks Ijab Kabul dalam Bahasa Jawa dan Sunda, Sudah Tahu Belum?

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara umum kita tentu sudah cukup familiar dengan pembacaan teks ijab kabul dalam bahasa Indonesia pada prosesi pernikahan seseorang. Pernahkah kamu tahu kalau beberapa masyarakat di Indonesia melangsungkan ijab kabul dengan menggunakan bahasa daerah?
Menurut beberapa sumber, terdapat masyarakat dari daerah Jawa dan Sunda yang melangsungkan akad nikah dengan membaca teks ijab kabul dalam bahasa daerah masing-masing. Umumnya hal ini terjadi karena bagian dari tradisi ataupun dilakukan karena bahasa daerah tersebut dianggap lebih mudah dipahami oleh banyak orang khusunya para saksi nikah.
Teks Ijab Kabul Unik dalam Bahasa Daerah
Penasaran bagaimana bacaan ijab kabul dalam bahasa daerah tersebut? Berikut teks yang bisa kamu simak:
Teks Ijab Kabul Bahasa Jawa
Teks ijab dalam bahasa Jawa yang dibaca oleh wali nikah:
“(Nama pengantin laki-laki) bin (Nama ayah pengantin laki-laki). Kanthi Ngucap Bismillahirrahmanirrahim, Aku Nikahake Lan Tak Jodohake Anakku (Nama pengantin perempuan) Pikantuk Silaramu, Kanti Mas Kawin (Mahar/ mas kawin) Ingkang Kudu Kabayar Lunas.”
Teks kabul dalam bahasa Jawa yang dibaca mempelai pria:
“Kulo Tampi Nikahipun (Nama pengantin perempuan) Putero Panjengenan, Kangge Kulo Piyambak, Kanti Mas Kawin Ingkang Sampun Kasebat, Kulo Bayar Lunas.”
Teks Ijab Kabul Bahasa Sunda
Teks ijab dalam bahasa Sunda yang dibaca oleh wali nikah:
“(Nama pengantin laki-laki) Bapa nikahkeun hidep ka (Nama Pengantin perempuan), putra teges bapa, kalayan nganggo maskawin ku (Mahar/ mas kawin), dibayar kontan.”
Teks kabul dalam bahasa Sunda yang dibaca oleh mempelai pria:
“Tarima abdi nikah ka (Nama pengantin perempuan), putra teges Bapa, kalayan nganggo maskawin ku (Mahar/ mas kawin), dibayar kontan”
Jika ingin melangsungkan pernikahan yang unik, teks ijab kabul dalam bahasa daerah yakni Jawa dan Sunda di atas bisa kamu bacakan pada prosesi pernikahmu dengan pasangan nanti. Bagaimana? Tertarik untuk membacakan ikrak unik tersebut? (HAI)
