Konten dari Pengguna

Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928, Isi dan Maknanya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teks keputusan kongres pemuda indonesia 1928 - Sumber: Unsplash.com/Nick Agus Arya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teks keputusan kongres pemuda indonesia 1928 - Sumber: Unsplash.com/Nick Agus Arya

Teks keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 merupakan salah satu dokumen penting yang menandai langkah awal perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Kongres Pemuda inilah yang menjadi tonggak awal terbentuknya Sumpah Pemuda.

Dalam kongres yang berlangsung pada tanggal 27-28 Oktober 1928 ini, para pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk menyatukan tekad dan aspirasi demi Indonesia yang merdeka.

Isi Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928

Ilustrasi teks keputusan kongres pemuda indonesia 1928 - Sumber: Unsplash.com/Mufid Majnun

Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 adalah hasil dari Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928. Teks ini mencakup tiga kalimat yang menegaskan pengakuan terhadap satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Berdasarkan buku Masa Prasejarah sampai Masa Proklamasi Kemerdekaan: Sejarah Nasional Indonesia, M. Junaedi Al Anshori, (2011), ikrar ini juga berfungsi sebagai simbol persatuan serta semangat nasionalisme di kalangan pemuda dalam upaya mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Berikut isi teks Keputusan Kongres Pemuda tersebut.

POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDA INDONESIA

Kerapatan Pemoeda-Pemoeda Indonesia jang diadakan oleh perkoempoelan-perkoempoelan pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan, dengan namanja: Jong Java, Jong Sumatranen Bond (Pemoeda Soematera), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen Pasoendan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia; membuka rapat pada tanggal 27 dan 28 October tahoen 1928 dinegeri Djakarta; sesoedahnja mendengar pidato-pidato dan pembitjaraan jang diadakan dalam kerapatan tadi; sesoedahnja menimbang segala isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini; kerapatan laloe mengambil poetoesan:

PERTAMA KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA

MENGAKOE BERTOEMPAH-DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA.

KEDOEA KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA

MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

KETIGA KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA

MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.

Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan azas ini wadjib dipakai oleh segala perkoempoelanperkoempoelan kebangsaan Indonesia; mengeloearkan kejakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar persatoeannja: kemaoean sejarah bahasa hoekoem-adat pendidikan dan kepandoean; dan mengeloearkan pengharapan soepaja poetoesan ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan dimoeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan kita.

Makna dari putusan ini sangat mendalam dan signifikan bagi sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Putusan ini menekankan perlunya dasar persatuan yang kuat, yaitu melalui sejarah, bahasa, hukum, adat, pendidikan, dan kepandaian.

Harapan untuk menyebarluaskan keputusan ini melalui media juga menunjukkan keinginan untuk menyatukan semangat perjuangan di seluruh Indonesia. Putusan ini menjadi simbol pergerakan pemuda untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Baca Juga: Isi Rapat dari Kongres Pemuda 2 Menurut Sejarah

Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 tidak hanya menjadi dokumen bersejarah, tetapi juga fondasi bagi persatuan dan semangat perjuangan bangsa. Isi teks ini yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa telah menjadi pengingat bagi generasi penerus akan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman. (DNR)