Teks Khutbah Jumat Singkat 1 Lembar: Ucapkan Kata yang Baik atau Diam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi seorang laki-laki Muslim, shalat Jumat adalah sebuah kewajiban. Salah satu rukun dalam shalat Jumat adalah mendengarkan khutbah. Apabila Anda diminta menjadi seorang khatib shalat Jumat, contoh teks khutbah jumat singkat 1 lembar tentang ucapkan kata yang baik atau diam dapat menjadi referensi.
Dengan khutbah yang singkat, jemaah shalat Jumat dapat mendengarkannya tanpa merasa jenuh karena terlalu lama. Selain itu, pelaksanaan shalat Jumat dapat berlangsung lebih cepat.
Baca Juga: Contoh Teks Khutbah Jumat Bahasa Jawa Bulan Syaban
Teks Khutbah Jumat Singkat 1 Lembar: Ucapkan Kata yang Baik atau Diam
Dikutip dari laman NU Online, contoh teks khutbah shalat Jumat singkat tentang ucapkan kata yang baik atau diam oleh Amien Nurhakim yakni:
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Sesungguhnya umat Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Islam mengajarkan kasih sayang kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan, baik manusia, hewan, hingga tumbuh-tumbuhan dan lingkungan. Di antara bentuk kasih sayang yang terkandung dalam ajaran Islam adalah berkata-kata yang baik.
Perkataan dan ucapan yang baik merupakan perbuatan terpuji yang mendatangkan kebaikan dan dapat meninggikan derajat, baik di sisi Allah maupun di tengah-tengah manusia.
Allah SWT memerintahkan kita untuk mengucapkan perkataan yang baik. Dalam Surat al-Hajj ayat 24, Allah berfirman:
وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَىٰ صِرَاطِ الْحَمِيدِ
Artinya: “Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji” (QS al-Hajj: 24).
Ayat-ayat yang telah dibacakan tadi merupakan pengingat bagi kita supaya senantiasa menjaga ucapan kita. Tidaklah yang keluar dari mulut kita melainkan kebaikan, minimal, jika kita tidak bisa mengucapkan kebaikan, maka lebih baik diam. Jangan sampai ucapan yang keluar dari lisan kita malah menyakiti hati orang lain.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Imam al-Nawawi berkata:
يَنْبَغِي لِمَنْ أَرَادَ أَن يَنْطِقَ أَنْ يَتَدَبَّرَ مَا يَقُوْلُ قَبْلَ أَنْ يَنْطِقَ، فَإِنْ ظَهَرَتْ فِيْهِ مَصْلَحَةٌ تَكَلَّمَ، وَإِلَّا أَمْسَكَ
Artinya, “Hendaknya bagi siapa pun yang ingin berbicara, ia pikir-pikir terlebih dahulu, apabila ucapannya mengandung maslahat, maka silakan, apabila tidak, maka lebih baik diam.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kiat-kiat supaya umatnya terbebas dari api neraka. Disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
Artinya: “Jauhilah neraka meski dengan [bersedekah] sepotong kurma, jika tidak melakukannya, maka hendaklah (bersedekah) dengan tutur kata yang baik.”
Semoga kita dapat menjadi pribadi yang baik dalam berperilaku maupun bertutur kata, semoga kita digolongkan sebagai orang yang beriman, dan orang yang beriman itu bukanlah mereka yang suka mencaci maupun melaknat.
Demikianlah contoh teks khutbah Jumat singkat 1 lembar tentang ucapkan kata baik atau diam. Semoga informasi di atas bermanfaat dan membuat para jemaah shalat Jumat semakin khusyuk dan mengimplementasikan khutbah tersebut.(MZM)
