Konten dari Pengguna

Teks Kultum Singkat tentang Kejujuran dalam Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kejujuran. Sumber: Thirdman/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kejujuran. Sumber: Thirdman/Pexels.com

Bagaimana cara membuat teks kultum singkat? Bagi Anda yang mempunyai tugas untuk memberikan kultum, berikut adalah contoh teks kultum singkat tentang kejujuran dalam Islam yang dapat menjadi referensi.

Teks Kultum Singkat tentang Kejujuran

Sebelum menyimak contoh teks kultum, kita perlu paham tentang makna dari kultum itu sendiri. Kata ‘kultum’ merupakan akronim dari kuliah tujuh menit. Hidayatullah (2020: 2) dalam bukunya yang berjudul 65 Kultum Kamtibmas menjelaskan bahwa kuliah tujuh menit merupakan satu model ceramah agama yang tren di masyarakat, materinya singkat dan padat, dan disampaikan dalam durasi kurang lebih tujuh menit. Biasanya istilah kultum kerap digunakan pada momen ceramah singkat menjelang waktu berbuka puasa atau menjelang waktu subuh.

Jadi, sudah jelas bahwa kultum merupakan ceramah keagamaan singkat yang berdurasi kurang lebih tujuh menit. Supaya semakin jelas dan mendapatkan gambaran tentang teks kultum, mari simak contoh kultum singkat tentang kejujuran dalam Islam berikut ini.

Contoh Kultum Singkat tentang Kejujuran

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah menghendaki kita untuk berjumpa pada kesempatan kultum kali ini dalam keadaan sehat dan nikmat iman Islam. Tak lupa juga marilah kita ucapkan selawat serta salam kepda Nabi Muhammad SAW, juga kepada para sahabatnya, keluarganya, dan para pengikut-Nya.

Saudara muslim yang dirahmati Allah SWT, kita semua tentu tahu atau minimal pernah mendengar bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kejujuran. Urgensi sifat jujur ini bahkan telah dicontohkan oleh Rasul dan Nabi Allah SWT. Para Rasul dan Nabi merupakan sosok yang siddiq yang artinya jujur atau benar. Kenapa sih, kita harus berkata jujur?

Allah SWT dalam Alquran Surat Al Ahzab ayat 70 berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."

MasyaAllah, Maha Benar Allah atas segala firman-Nya. Mengucapkan perkataan yang benar itu adalah perintah Allah SWT, Saudara Muslim. Lantas apa yang akan kita dapatkan ketika jujur? Ketenangan.

Ilustrasi Membaca Teks Kultum. Sumber: Andrea Piacquadio/Pexels.com

Ya, orang yang berkata jujur tentu batinnya akan tenang sebab ia mengatakan yang sebenarnya dan tidak cemas untuk menutupi kebohongannya. Saudara Muslim yang diridai Allah SWT, kebohongan itu tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak dapat dilakukan sendirian. Sekali seseorang itu berbohong maka rasa cemas, gelisah, dan resah akan merasukinya. Lantas mengapa berbohong tidak dapat dilakukan sendirian?

Jawabannya adalah karena berbohong selalu membutuhkan orang lain dan membutuhkan kebohongan-kebohongan lainnya. Naudzubillah min dzalik.

Saudara Muslimku, Daud Rasyid dalam bukunya yang berjudul Islam dalam berbagai dimensi menyebutkan penjelasan sifat jujur dalam hadist yang berbunyi,

Jujur akan membawa kebaikan. Kebaikan adalah pangkal masuk surga. Orang yang bersifat jujur akan dicatat Allah sebagai orang yang jujur di sisi-Nya. Sebaliknya, dusta akan menjerumuskan orang pada kejahatan. Sedangkan kejahatan adalah pangkal masuk neraka. Orang yang berdusta akan dicatat Allah sebagai orang pendusta di sisi-Nya.” (HR. Bukhari Muslim)

Wallahu a’lam bish-shawab. Kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan datang dari manusia itu sendiri. Semoga ada manfaat yang dapat diperoleh dari kultum hari ini. Wabillahi taufik wal hidayah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Setelah menyimak contoh kultum singkat tentang kejujuran di atas, sudah punya gambaran untuk membuat teks kultum, bukan? Ingatlah untuk membuat pembuka, isi, serta penutup yang baik ketika menyusun kultum. Kemudian, cantumkan sumber hukum Islam seperti Alquran dan hadist agar kultum memiliki dasar yang jelas. (AA)