Konten dari Pengguna

Teks Pawarta Bahasa Jawa: Pengertian, Ciri-ciri, dan Kaidah Pembacaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks Pawarta Bahasa Jawa, Foto: Unsplash/Waranont (Joe)
zoom-in-whitePerbesar
Teks Pawarta Bahasa Jawa, Foto: Unsplash/Waranont (Joe)

Teks pawarta bahasa Jawa mengandung fakta yang aktual dan tersaji secara lisan maupun tulisan. Teks pawarta pada dasarnya merupakan teks berita yang disampaikan di dalam bahasa Jawa.

Seperti halnya berita bahasa Indonesia, teks berita bahasa Jawa juga disusun berdasarkan unsur 5W+1H agar dapat disampaikan dengan sejelas-jelasnya.

Pengertian Teks Pawarta Bahasa Jawa

Dilansir dari buku PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH DASAR, Endang Sri Maruti, S.Pd., M.Pd., (2016:47), pengertian pawarta adalah informasi tentang suatu peristiwa nyata yang disebarkan kepada khalayak umum melalui berbagai media dengan bahasa Jawa.

Karena itu, suatu berita bahasa Jawa harus berisi fakta aktual yang bermanfaat bagi para pembaca atau pendengar.

Ciri-ciri Teks Pawarta Bahasa Jawa

Ciri-ciri Teks Pawarta Bahasa Jawa, Foto: Unsplash/Debby Hudson

Seperti halnya teks lain, teks pawarta juga dapat dikenali lewat beberapa ciri, antara lain:

  • Bersifat logis, sehingga dapat diterima akal manusia

  • Bermanfaat dan menarik bagi banyak orang

  • Terdiri dari unsur 5W+1H yang lengkap

  • Terdiri dari struktur: jejer (subjek), wasesa (predikat), lesan (objek), dan penjangkep (pelengkap)

  • Menggunakan bahasa yang mudah dipahami khalayak umum

  • Menggunakan diksi yang tepat dan tidak ambigu

  • Berisi fakta yang sungguh terjadi

Bagian Teks Berita Bahasa Jawa

Teks pawarta alias berita bahasa Jawa tersusun atas 4 bagian, yakni:

  • Irah-irahan: judul pawarta, yang berfungsi untuk:

  • Memudahkan pembaca atau pendengar memilih berita

  • Membantu pembaca atau pendengar menemukan berita yang dicari

  • Menunjukkan pawarta yang penting dan layak untuk disimak

  • Batas waktu: menunjukkan identitas dari media pawarta itu, yakni: keterangan waktu, tempat, dan nama media yang memuat pawarta.

  • Teras pawarta: inti berita yang umumnya ditulis di awal kalimat atau setidaknya di aam paragraf pertama.

  • Surasa pawarta (isi berita): penjabaran dari kejadian yang diwartakan, sehingga harus bersifat jelas.

Kaidah Pembacaan Teks Berita Bahasa Jawa

Jika teks pawarta disampaikan secara lisan, maka tak hanya jelas, pembacaan teks berita bahasa Jawa harus mengacu pada kaidah berikut:

  • Menguasai isi berita, sehingga sebelum membaca di depan publik, pembaca berita harus sudah berlatih membaca teks itu terlebih dahulu.

  • Memperhatikan pocapan (pelafalan), yang meliputi vokal dan konsonan, agar informasi bisa tersampaikan dengan baik dan benar.

  • Mengatur pernapasan agar enak didengar dengan metode berikut:

  1. Tanda / : jeda sebentar di tengah kalimat

  2. Tanda // : berhenti agak lama di akhir kalimat

  3. Tanda _ : jeda agak lama di akhir baris yang bersambung dengan baris selanjutnya.

  • Menggunakan intonasi dan penekanan yang tepat agar pendengar tahu mana saja bagian yang penting.

  • Memperhatikan kecepatan membaca, agar mudah dipahami dan tidak membosankan bagi pendengar.

  • Bersikap rileks dan profesional, agar dapat menampilkan sikap yang wajar, tidak kaku, dan fokus pada naskah berita dan pendengar.

Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri, bagian, dan kaidah pembacaan teks pawarta, apakah kamu sudah siap untuk membacakannya? (BRP)