Konten dari Pengguna

Teks Waqtu Sahar dari Lagu yang Dilantunkan oleh Ai Khodijah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teks Waqtu Sahar. Sumber: Unsplash/Kenny Eliason
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teks Waqtu Sahar. Sumber: Unsplash/Kenny Eliason

Teks Waqtu Sahar dari lagu yang dilantunkan oleh Ai Khodijah mempunyai makna pujian tentang kelahiran Nabi Muhammad saw. Salah satu lirik yang memuat pujian tersebut berbunyi, “Telah lahir cahaya”.

Kalimat “Telah lahir cahaya” menyiratkan bahwa Nabi Muhammad saw. merupakan manusia pilihan Allah Swt. yang membawa cahaya untuk umat manusia. Nabi Muhammad saw. dalam ajaran Islam adalah rasul dan nabi terakhir yang berkahlak mulia.

Teks Waqtu Sahar

Ilustrasi Teks Waqtu Sahar. Sumber: Unsplash/wuz

Teks Waqtu Sahar mempunyai kumpulan kalimat yang menyiratkan pujian kepada Nabi Muhammad saw. Berikut adalah lirik “Waqtu Sahar”.

Telah lahir cahaya

Penerang jiwa

Manusia mulia

Penyejuk jiwa

Telah lahir cahaya

Penerang jiwa

Manusia mulia

Penyejuk jiwa

Burung-burung bernyanyi

Matahari berseri

Datang pujaan hati

Sebagai obat diri

Malaikat memuji

Bidadari berseri

Menyambut sang Nabi

Dari Allahu Rabbi

Malaikat memuji

Bidadari berseri

Menyambut sang Nabi

Dari Allahu Rabbi

Hancurlah berhala

Terkunci neraka

Sambutan Yang Esa

Untuk umat manusia

Makna “Waqtu Sahar” yang Dilantunkan oleh Ai Khodijah

Ilustrasi Teks Waqtu Sahar. Sumber: Unsplash/Thomas Le

“Waqtu Sahar” menjadi kian terkenal ketika dilantunkan oleh Ai Khodijah. Ai Khadijah melantunkan lagu selawat tersebut di sebuah kanal YouTube TMD Media Religi. Jumlah penonton video tersebut sekarang (16/9) telah mencapai 3,4 juta.

Waqtu Sahar merupakan lagu selawat yang mempunyai makna pujian kepada Nabi Muhammad saw. Hal itu dapat terlihat dari sejumlah setiap lirik dan baitnya. Berikut penjelasan mengenai makna “Waqtu Sahar”.

1. Nabi Muhammad saw. sebagai Penerang Jiwa

Kalimat “Telah lahir cahaya” yang terletak di bait pertama memuji kelahiran Nabi Muhammad saw. sebagai cahaya yang menerangi jiwa umat muslim. Nabi Muhammad saw. merupakan rasul dan nabi terakhir dalam ajaran Islam.

2. Nabi Muhammad saw. adalah Makhluk Mulia

Dikutip dari buku Sejarah Keteladanan Nabi Muhammad Saw., Hemdi (2021: 233), Nabi Muhammad adalah rasul utusan Allah yang tugasnya memang harus menyampaikan (kebenaran atau dakwah). Nabi Muhammad saw. merupakan panutan umat muslim.

Nabi Muhammad memiliki akhlak yang mulia. Hal itu terdapat dalam kalimat yang berbunyi, “Manusia mulia”. Pujian kepada Nabi Muhammad saw. pun terlihat jelas dalam kalimat yang berbunyi, “Datang pujaan hati sebagai obat diri”.

Baca juga: Sholawat: Lagu Berbentuk Puji-pujian kepada Tuhan dan Rasul-Nya

Demikian jelas bahwa teks Waqtu Sahar dari lagu yang dilantunkan oleh Ai Khodijah. Lagu tersebut memuat makna pujian tentang kelahiran Nabi Muhammad saw. sebagai rasul ciptaan Allah Swt. yang memiliki akhlak mulia. (AA)