Tempat Terjadinya Kelaparan Hebat Akibat Tanam Paksa dan Sejarah Singkatnya

Konten dari Pengguna
7 September 2022 19:09
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Tempat Terjadinya Kelaparan Hebat Akibat Tanam Paksa. Foto: dok. Tim Mossholder (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tempat Terjadinya Kelaparan Hebat Akibat Tanam Paksa. Foto: dok. Tim Mossholder (Unsplash.com)
ADVERTISEMENT
Sistem tanam paksa merupakan salah satu sistem yang pernah diterapkan di Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan. Penerapan sistem tanam paksa ini rupanya menimbulkan sederet kerugian yang cukup besar bagi masyarakat Indonesia, salah satunya adalah terjadinya kelaparan hebat. Tempat terjadinya kelaparan hebat akibat tanam paksa adalah Grobogan. Untuk mengetahui sejarah singkatnya, mari kita simak ulasannya berikut ini.
ADVERTISEMENT

Sejarah Singkat Tempat Terjadinya Kelaparan Hebat Akibat Tanam Paksa

Penjajahan yang dialami Indonesia sebelum masa kemerdekaan merupakan salah satu bagian sejarah penting yang perlu diketahui tiap masyarakat Indonesia. Salah satu bagian sejarah yang penting untuk diketahui adalah adanya sistem tanam paksa. Sistem tanam paksa yang juga dikenal dengan istilah Cultuurstelsel ini diterapkan di masa pemerintahan Van den Bosch.
Sebagaimana yang dipaparkan dalam buku berjudul Konstitusionalisme Tanah Hak Milik di Atas Tanah Hak Pengelolaan yang ditulis oleh Dr. H. Idham, S.H., M.Kn. (2021: 108) yang memaparkan bahwa Cultuurstelsel artinya adalah sistem tanam paksa yang diterapkan oleh Kolonial Belanda. Kebijakan yang keji dan kejam itu dikeluarkan oleh Kolonial Hindia Belanda di Indonesia melalui Gubernur Jenderal Johannesvan Den Bosch (1830-1833).
Ilustrasi Tempat Terjadinya Kelaparan Hebat Akibat Tanam Paksa. Foto: dok. Zoe Schaeffer (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tempat Terjadinya Kelaparan Hebat Akibat Tanam Paksa. Foto: dok. Zoe Schaeffer (Unsplash.com)
Sistem tanam paksa diterapkan dengan cara memberi perintah bagi penduduk desa untuk menanam hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasaran dunia pada saat itu untuk diekspor. Pembahasan lengkap mengenai sistem tanam paksa dipaparkan dalam buku berjudul BPSC Modul Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI Kelas V: Buku Pendamping Siswa Cerdas Modul Ilmu Pengetahuan Sosial + Kunci Jawaban yang disusun oleh Nur Hasanah (2021: 128).
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku tersebut bahwa Gubernur Jenderal Van Den Bosch yang menerapkan sistem tanam paksa atau yang juga dikenal dengan sebutan cultuurstelsel. Sistem tanam paksa diterapkan dengan tujuan memperoleh pendapatan sebanyak mungkin dari Indonesia dalam waktu relatif singkat.
Untuk itu, pemerintah kolonial mengerahkan tenaga rakyat tanah jajahan untuk mengusahakan penanaman yang hasilnya dapat dipasarkan di pasaran dunia. Jenis tanaman yang diusahakan harus mengikuti ketentuan pemerintah kolonial. Hal tersebut membuat sistem tanam paksa menimbulkan kerugian besar-besaran bahkan bencana bagi masyarakat Indonesia.
Ilustrasi Tempat Terjadinya Kelaparan Hebat Akibat Tanam Paksa. Foto: dok. Jeff Ackley (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tempat Terjadinya Kelaparan Hebat Akibat Tanam Paksa. Foto: dok. Jeff Ackley (Unsplash.com)
Kerugian yang dialami masyarakat Indonesia dengan adanya penerapan sistem tanam paksa cukup banyak, salah satunya adalah kelaparan hebat. Hal ini diakibatkan karena masyarakat hanya diperbolehkan menanam komoditas tertentu yang bernilai tinggi saat diekspor. Hal ini membuat masyarakat mengalami krisis pangan yang menyebabkan adanya kelaparan hingga kematian. Tempat terjadinya kelaparan hebat akibat tanam paksa adalah Grobogan dan Cirebon.
ADVERTISEMENT
Pembahasan singkat tentang tempat terjadinya kelaparan hebat akibat tanam paksa beserta sejarah singkatnya dapat Anda pelajari untuk mengetahui lebih dalam mengenai perjalanan perjuangan sebelum kemerdekaan Indonesia. (DAP)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·