Terjemahan Surat Al Bayyinah dan Kandungan Maknanya

Penulis kumparan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Bayyinah merupakan surat pendek dalam juz amma yang termasuk golongan surat Madaniyyah (diturunkan di kota Madinah). Sebagai bagian dari golongan surat Madaniyah, maka isi pokok kandungan surat satu ini akan berhubungan dengan hukum-hukum yang ada dalam ruang lingkup islam.
Dikutip lewat isi Al Qur’an dan Terjemahannya, Soenarjo (1971: 1083), pokok isi ataupun makna surat pendek Al Bayyinah sendiri menerangkan bahwasanya ajaran Rasulullah SAW merupakan ajaran yang lurus, benar dan perlu untuk diikuti orang-orang beriman, bahkan bagi mereka yang beriman kepada nabi sebelumnya.
Terjemahan dan Makna Surat Al Bayyinah
Agar semakin paham bagaimana isi kandungan surat Al Bayyinah tersebut, maka umat muslim perlu mengetahui terjemahan dari surat ke-98 berikut ini:
Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,
(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an),
di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).
Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Berdasarkan isi terjemahan surat Al Bayyinah tadi, maka kita bisa melihat bahwasanya surat tersebut juga menerangkan bahwa orang-orang musrik/kafir yang mengingkari keimanan mereka atas Rasulullah SAW dan alquran akan kekal di neraka jahanam. Sebaliknya bagi umat muslim yang senantiasa mengikuti ajaran lurus Rasulullah dan alquran, maka mereka termasuk sebaik-baiknya makhluk dan kelak dapat masuk ke dalam surga.
Sebagai bagian dari umat muslim, maka kita haruslah senantiasa mengimani bahwasanya Rasulullah SAW adalah utusan Allah yang harus kita ikuti sebagaimana isi kandungan surat Al Bayyinah tadi. Disamping itu, kita juga patut untuk selalu menjadikan alquran sebagai kitab yang lurus (benar) untuk dijadikan pedoman hidup yang diridhoi oleh Allah SWT. (HAI)
