Konten dari Pengguna

Terjemahan Surat Ar Rahman Ayat 26 dan 27 serta Kandungannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Membaca Al-Qur'an, Foto: Dok. Pinterest
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Membaca Al-Qur'an, Foto: Dok. Pinterest

Surat Ar Rahman merupakan golongan surat Makiyah yang terdiri dari 78 ayat. Surat ini merupakan surat ke – 55 dalam kitab suci umat Islam, Al-Qur’an. Ar Rahman memiliki arti Yang Maha Pemurah. Sejalan dengan namanya, surat ini menerangkan kepemurahan Allah swt kepada hamba-hamba-Nya dengan memberikan nikmat yang tiada terhingga baik di dunia maupun di akhirat.

Uniknya surat ini memiliki kalimat yang berulang sebanyak 31 kali. Kalimat tersebut berbunyi Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban yang berarti Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?. Kalimat tersebut pun selalu terletak di akhir ayat yang menjelaskan betapa besar nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada seluruh manusia di bumi.

Bacaan dan Terjemahan Surat Ar-Rahman Ayat 26 – 27

Salah satu ayat yang menjelaskan tentang kekekalan Allah SWT adalah ayat 26 – 27. Berikut adalah bacaan beserta terjemahan:

كُلُّ مَنۡ عَلَيۡهَا فَانٍ (26) وَّيَبۡقٰى وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو الۡجَلٰلِ وَالۡاِكۡرَامِ‌ۚ (27)

Artinya:

"Semua yang ada di bumi itu akan binasa (26), tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal (27)."

Menurut Zubdatut tafsir Min Fathil Qadir dari cuplikan Surat Ar-Rahman ayat 26 – 27 tersebut dapat ditafsirkan bahwa semua makhluk yang di atas permukaan bumi baik dari golongan manusia maupun hewan pasti akan binasa dan mati. Sementara itu berdasarkan tafsir Al-Wajiz oleh Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili ayat ini mengandung tafsir bahwa Allah mengabarkan setiap apa yang ada di bumi dari makhluk yang hidup adalah sementara (fana) dan akan berakhir, dan tidaklah tersisa kecuali hanya Allah tidak ada yang lain.

Kandungan dari kedua ayat tersebut tidak lain berisi tentang betapa luar biasanya kuasa Allah SWT. Allah SWT tidak akan musnah, beliau kekal dan juga abadi. Allah SWT yang menghidupkan dan menghidupi seluruh makhluk di bumi, demikian sebaliknya. Allah SWT –lah yang memanggil seluruh makhluk-Nya untuk kembali menghadap kepada-Nya. MasyaAllah!

(RYFA)