Terjemahan Surat Ar Rahman yang Membuat Anda Takjub

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terjemahan surat Ar Rahman dalam Alquran memiliki keistimewaan tersendiri. Seperti pada suratnya, terjemahan mampu menjadi jembatan bagi seorang hamba untuk lebih memahami kalam Allah dan bisa mengamalkannya.
Ar Rahman merupakan salah satu surat yang memberikan banyak keutamaan bagi pembacanya. Di antaranya adalah mendapat syafaat kelak di hari kiamat.
Terjemahan Surat Ar Rahman: Meningkatkan Rasa Syukur
Dalam surat ini, penggunaan lafal ‘fabiayyi aala-i robbikumaa tukadz-dzibaan’ diulang berkali-kali. Artinya adalah ‘Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan?’ dari sini manusia diminta untuk mengunggulkan rasa syukurnya atas segala hal.
Sembari mengisahkan tentang penciptaan manusia, keagungan Allah, surat ini juga memberi kesempatan pembacanya untuk terus beryukur atas apapun yang terjadi hari ini. Kejadian buruk pun tidak akan terjadi tanpa seizin dari Allah.
Kisah Surga dan Neraka
Kisah tentang neraka diselipkan dalam ayat 33 sampai 45. Manusia dan jin diminta untuk menembus langit yang didustainya. Nantinya mereka hanya akan mendapatkan akibatnya. Direnggut ubun-ubun dan kaki secara paksa, kemudian digiring menuju neraka jahannam.
Kisah surga diceritakan dari ayat 46 hingga penghujung ayat 78. Dikutipkan bahwa surga merupakan tempat dengan aneka buah dan pohon, bisa dipetik sendiri untuk dinikmati buahnya di atas permadani, serta memiliki dua mata air yang memancar. Bidadari cantik menghiasi setiap sudutnya, bagai permata yakut dan marjan yang indah jelita. Keindahan tersebut tergambar begitu apik dalam setiap ayatnya.
Ar Rahman adalah Surat tentang Keagungan Allah
Dalam 20 ayat pertama, pembaca disuguhkan mengenai penciptaan yang indah dalam bumi. Bahwa Allah mengajarkan ilmu kepada manusia, Allah menciptakan planet, matahari, dan bulan berjalan sesuai porosnya. Semuanya berjalan dengan seimbang tanpa ada yang bisa mengubah keseimbangannya.
Tak hanya itu saja, beberapa ayat selanjutnya juga mengisahkan tentang penciptaan makhlukNya, jin dan manusia. Manusia diciptakan dari tanah liat keras seperti tembikar, sedangkan jin diciptakan dari api membara tanpa asap.
Bila membaca terjemahan surat Ar Rahman dengan hati terbuka, maka tiap ayat yang tertulis di dalamnya bagaikan cahaya penerang untuk hidup manusia.
Betapa kecil dan tak berdayanya manusia di hadapan Robb-Nya. Perintah untuk senantiasa tidak mendustakan nikmat Allah menjadi poin utama dari surat ini.(Anggi)
