Teuku Abdul Jalil: Pemimpin Perlawanan Rakyat Aceh terhadap Jepang

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan Jepang yang pertama terjadi di Aceh. Perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang dipimpin oleh Teuku Abdul Jalil.
Teuku Abdul Jalil gugur pada pertempuran di bulan November 1942. Meskipun telah gugur, hal itu tak menyurutkan perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajahan Jepang.
Penjelasan Pemimpin Perlawanan Rakyat Aceh terhadap Jepang Dipimpin Oleh Teuku Abdul Jalil
Tindakan sewenang-wenang dan tidak bermoral yang dilakukan oleh tentara Jepang melatarbelakangi perlawanan rakyat Aceh. Selain itu, Jepang juga tidak menghormati kehidupan umat muslim di Aceh dengan cara mabuk serta bermain perempuan.
Hal tersebut akhirnya menyulut api rakyat untuk melakukan perlawanan. Perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang dipimpin oleh Teuku Abdul Jalil. Dikutip dari buku Super Complete Kelas 4, 5, 6 SD/MI, Mudikawaty, et al (2018), beliau adalah seorang ulama dari Cot Plieng, Aceh.
Teuku Abdul Jalil juga merupakan seorang pemimpin pesantren yang saat masa penjajahan memberikan berbagai pelajaran mengenai patriotisme kepada para santri. Saat Belanda menyerah, Tengku Abdul Jalil tidak termakan dengan propaganda Jepang.
Malah sebaliknya, beliau semakin anti terhadap penjajahan Jepang. Pada bulan Juli 1942, beliau mengadakan sebuah pengajian yang sekaligus menyuarakan kritik terhadap penjajahan yang dilakukan oleh Jepang.
Keesokan harinya, Teuku Abdul Jalil diundang menghadap polisi Jepang. Alasannya adalah beliau dengan terbuka menghimpun kekuatan untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang. Undangan tersebut tidak dipenuhi. Akibatnya, hubungan antara Jepang juga semakin memburuk.
Puncaknya ketika Hayashi, seorang polisi Jepang datang untuk menjemput Teuku Abdul Jalil. Setelah memaksa Teuku Abdul Jalil, Hayashi justru berakhir terluka.
Karena terlukanya polisi Jepang, maka pada tanggal 7 November 1942, pasukan Jepang dikerahkan untuk menangkap Tengku Abdul Jalil. Beliau berhasil lolos, sayangnya pesantren dan masjidnya dibakar.
Setelah lolos selama tiga hari, pihak Jepang menemukan Teuku Abdul Jalil dan terjadi pertempuran. Pada pertempuran tersebut, Teuku Abdul Jalil gugur dan pertempuran tersebut memakan ratusan korban jiwa.
Setelah pertempuran tersebut, rakyat Aceh semakin membenci Jepang. Pada akhirnya terjadi perlawanan di Jangka Buya, Aceh yang dipimpin oleh Teuku Abdul Hamid Azwar. Karena perlawanan semakin meluas, Jepang menangkap seluruh anggota Teuku Abdul Hamid Azwar dan perlawanan di Aceh berakhir.
Baca juga: 4 Alasan Melakukan Perlawanan untuk Kemerdekaan Indonesia
Perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang dipimpin oleh Teuku Abdul Jalil. Sayangnya, ketika melakukan perlawanan, beliau gagal dan gugur. (FAR)
