Tiga Macam Wujud Budaya dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa definisi wujud budaya yang dikemukakan para ahli. Jika ada pertanyaan sebutkan tiga macam wujud budaya, maka dimaksud adalah pendapat J. J. Hoenigman. Ahli sosiologi yang satu ini menyebut bahwa terdapat tiga macam wujud budaya, yaitu gagasan, aktivitas dan artefak.
Pengertian Tiga Macam Wujud Budaya
Dalam laman www.kebudayaan.kemdikbud.go.id disebutkan bahwa budaya adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang tercipta karena kebutuhan.
Sedangkan wujud budaya atau kebudayaan adalah rangkaian tindakan dan aktivitas manusia menjadi lebih berpola yang berupa kearifan lokal di suatu lingkungan masyarakat. Dengan definisi tersebut maka pengertian budaya atau kebudayaan dan wujudnya memiliki cakupan yang luas dan mendalam. Belakangan definisi budaya mengalami pendangkalan sehingga hanya dikaitkan dengan seni atau karya seni.
Karena itulah, sebuah artikel yang berjudul Kebudayaan: Pelurusan Atas Pemaknaan di laman www.uny.ac.id dan ditulis oleh Sumaryadi, staf pengajar UNY, mencoba mengembalikan definisi budaya ke arti yang sebenarnya.
Tiga macam wujud budaya menurut J. J. Hoenigman adalah:
Gagasan: bersifat abstrak berupa ide, nilai, norma dan semua yang ada dalam pikiran manusia.
Aktivitas: merupakan tindakan yang berpola dan sering disebut sebagai sistem sosial.
Artefak: merupakan wujud budaya paling konkrit karena bsa dilihat dan disentuh.
Baca juga: Pengertian dan Tujuan Kolaborasi Antar Budaya di Indonesia
Contoh Tiga Macam Wujud Budaya
1. Gagasan
Wujud budaya yang berupa gagasan meliputi legenda, mitos, kepercayaan, dongeng, visi, misi, cita-cita dan sebagainya. Gagasan tidak hanya berkutat pada hal-hal mistis tapi juga hal-hal yang visioner.
Contoh:
Kepercayaan terhadap keberadaan Nyi Roro Kidul
Visi tentang waktu tunggu haji yang semakin pendek
Legenda Tangkuban Perahu
Legenda Malin Kundang
Gagasan tentang ibukota baru Indonesia sebelum pembangunan dimulai.
2. Aktivitas
Dalam sistem sosial, manusia saling berinteraksi. Interaksi yang terjadi tidak secara spontan, melainkan berpola. Aktivitas ini tidak terbatas pada acara spiritual seperti syukuran, tapi juga aktivitas konkrit lainnya seperti seperti pertemuan bulanan warga.
Contoh:
Kerjabakti rutin membersihkan lingkungan
Menghadiri undangan pernikahan
Arisan
Posyandu
Sekaten
3. Artefak
Artefak merupakan hasil dari aktivitas atau tindakan manusia sehingga merupakan kebudayaan fisik paling konkret. Artefak ini bukan hanya benda-benda penghuni museum, melainkan juga ciptaan-ciptaan manusia saat ini seperti gedung, candi, tugu, gapura dan sebagainya.
Budaya atau kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan hasil karya menusia untuk memenuhi kebutuhan manusia. Karena itu, wujud budaya membentuk pola dalam lingkungan masyakarat sehingga budaya tidak hanya terbatas pada seni atau seni budaya. (LUS)
