Konten dari Pengguna

Tiga Tahap Pembagian Masa Pergerakan Nasional dalam Sejarah Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pembagian Masa Pergerakan Nasional         Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pembagian Masa Pergerakan Nasional Foto:Unsplash

Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas dari adanya pergerakan nasional. Jelaskan pembagian masa pergerakan nasional! Ketahui tiga tahap pembagian masanya dalam catatan sejarah Indonesia berikut ini.

Pada awalnya, perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia bersifat kedaerahan. Selain karena belum munculnya kesadaran nasional akan persatuan, penjajah berhasil memecah belah rakyat Indonesia melalui politik adu domba (devide et impera). Adanya kesamaan nasib dan penderitaan pada akhirnya menjadikan muncul dan berkembangnya pergerakan nasional di Indonesia.

Baca juga: Sejarah Indonesia Masa Pergerakan Nasional di Indonesia.

3 Tahap Pembagian Masa Pergerakan Nasional

Pembagian Masa Pergerakan Nasional Indonesia Foto:Unsplash

Masa pergerakan nasional ditandai dengan munculnya organisasi-organisasi yang bersifat kebangsaan. Berdasarkan buku Target Nilai Rapor 10: Kupas Habis Semua Pelajaran Kelas VIII SMP/MTs yang disusun oleh Joko Untoro (Wahyu Media), berikut adalah tiga tahap pembagian masa pergerakan nasional di Indonesia.

A. Masa Pembentukan (1908-1920).

Masa pembentukan, ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi kebangsaan, yaitu;

  1. Budi Utomo. Organisasi ini didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Sutomo. Budi Utomo merupakan pelopor pergerakan nasional Indonesia.

  2. Sarekat Islam (SI). Sarekat Islam awalnya bernama Sarekat Dagang Islam, yang didirikan oleh H. Samanhudi pada tahun 1911.

  3. Indische Partij (IP). Indische Partij didirikan oleh Tiga Serangkai, yaitu Douwes Dekker, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung.

B. Masa Radikal atau Non Kooperasi (1920-1930).

Pada masa ini berdiri organisasi-organisasi sebagai berikut;

  1. Perhimpunan Indonesia (PI). PI awalnya bernama Indische Vereeniging, yang didirikan di Belanda oleh Sultan Kasayangan dan RM. Noto Suroso.

  2. Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI didirikan pada tanggal 23 Mei 1920, yang menganut ajaran Marxis.

  3. Partai Nasional Indonesia (PNI). PNI didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir. Soekarno.

3 Tahap Pembagian Masa Pergerakan Nasional Foto:Unsplash

C. Masa Moderat atau Kooperasi (1930-1942).

Berikut adalah organisasi-organisasi yang dibentuk pada masa ini.

  1. Partai Indonesia Raya (Parindra). Parindra didirikan oleh Dr. Sutomo pada tanggal 26 Desember 1935 di Kota Solo.

  2. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). Gerindo didirikan di Jakarta, pada tanggal 24 Mei 1937 oleh Sartono, Sanusi Pane, dan Moh. Yamin.

  3. Gabungan Politik Indonesia (Gapi). Gapi dibentuk pada tanggal 21 Mei 1939 oleh Sutardjo Kartohardikusumo.

Pembagian masa pergerakan nasional diawali dengan masa awal pembentukan (1908-1920), masa radikal (1920-1930), dan masa moderat (1930-1942). Pada tiap tahap ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi yang mengusung semangat kebangsaan Indonesia.(DK)