Tiga Teknik Pengawetan secara Fisik dalam Industri Makanan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengawetan bahan makanan diperlukan untuk menjaga kualitasnya dalam periode waktu tertentu. Jelaskan tiga teknik pengawetan secara fisik! Berikut adalah penjelasannya yang menarik untuk diketahui.
Tujuan pengawetan makanan dapat ditemukan dalam buku Belajar Mandiri IPA untuk SMP/MTs Berbasis SKS Semester 3 yang disusun oleh Hisbulloh Huda, Dani Nugroho (2021:175). Dijelaskan dalam buku tersebut, tujuan pengawetan makanan adalah untuk mempertahankan kondisi lingkungan pada bahan makanan, mencegah perkembangan mikroorganisme, dan mencegah terjadinya reaksi kimia yang merugikan.
Baca juga: 3 Cara Pengawetan Makanan yang Mudah untuk dicoba di Rumah.
Tiga Teknik Pengawetan Secara Fisik
Secara garis besar, pengolahan dan pengawetan makanan dibagi menjadi 3, yaitu:
Pengawetan secara fisik.
Pengawetan secara kimia.
Pengawetan secara mikrobiologi.
Tulisan ini akan membahas pengawetan secara fisik yang memiliki tiga teknik dalam pengolahannya. Dihimpun dari buku Teknologi Pengawetan Pangan dalam Perspektif Mikrobiologi yang disusun oleh R. Haryo Bimo Setiarto (2020:14), berikut adalah tiga teknik pengawetan secara fisik.
1. Pengeringan.
Adalah salah satu cara pengawetan yang paling tua, dan bertujuan untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari bahan pangan dengan menggunakan energi panas. Pengeringan dapat mencegah pembusukan pangan, karena mikroorganisme membutuhkan sejumlah air untuk dapat hidup dan berkembangbiak. Contoh teknik pengeringan antara lain pengasapan, penambahan garam dan gula, atau pengentalan.
2. Suhu Rendah.
Adalah teknik dengan penyimpanan di bawah 1°C, namun menyimpan dalam suhu rendah hanya untuk menghambat mikroorganisme, bukan membunuhnya. Selain itu suhu rendah juga memperlambat laju reaksi enzimatis dan reaksi kimia yang dapat menimbulkan kerusakan pangan. Penyimpanan suhu rendah dapat dibedakan atas:
Refrigerasi dan modifikasi-modifikasi refrigerasi seperti penyimpanan Controlled Atmosphere (CA), dan penyimpanan berkisar 2°C dan 16°C tergantung dari kepekaan komoditas suhu rendah.
Pembekuan makanan umumnya dilakukan dengan minus (-) 18°C. Melalui cara ini, makanan dapat tahan dalam beberapa bulan atau setahun, karena pada pembekuan sebagian air pada bahan pangan menjadi es, akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
3. Suhu Tinggi.
Proses thermal atau dengan suhu tinggi, umumnya di atas 65°C, banyak dilakukan untuk pengawetan bahan makanan berbentuk tepung dan sejenisnya. Tujuan dari teknik ini adalah untuk mengurangi populasi atau membunuh mikroorganisme pada bahan pangan. Teknik suhu tinggi dapat dibedakan atas pasteurisasi, sterilisasi, dan blansing.
Prinsip dari pengawetan makanan adalah untuk menghentikan pertumbuhan mikroba dengan cara pengeringan atau dehidrasi air yang dibutuhkan dalam metabolisme mikroba. Pada 3 teknik pengawetan makanan secara fisik, maka dilakukan dengan cara pengeringan, suhu rendah, dan suhu tinggi.(DK)
