Konten dari Pengguna

Tips dan Langkah Belajar Kitab Kuning bagi Para Santri

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Belajar Kitab Kuning. (Foto: https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Belajar Kitab Kuning. (Foto: https://pixabay.com)

Pada pondok pesantren, kitab kuning dipandang sebagai referensi utama dalam memahami kajian keislaman (islamic studies). Hal tersebut sesuai dengan tugas pesantren dalam membantu manusia sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT, yaitu mendalami ajaran agama Islam dan menyebarkannya pada umat lain di sekitar mereka.

Seseorang yang menguasai pemahaman Kitab Kuning dipandang sebagai representasi orang yang alim, penuh kesalehan, dan menjadi muara rujukan permasalahan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, seringkali seseorang yang memiliki kemampuan memahami Kitab Kuning dikonotasikan sebagai santri.

Tips dan Langkah Belajar Kitab Kuning

Ilustrasi Belajar Kitab Kuning. (Foto: https://pixabay.com)

Dikutip dari buku Kitab Kuning dan Dinamika Studi Keislaman yang ditulis oleh Dr. Mohammad Thoha (2018: 5), makna dasar sebutan “Kitab Kuning” lazim disandarkan pada referensi buku-buku klasik berbahasa Arab yang memuat kajian-kajian ilmu agama Islam. Kitab ini sangat variatif. Biasanya satu kitab terdiri dari beberapa bagian yang dicetak lepas tidak terjilid dengan bagian lain.

Dikutip dari buku Cara Mudah Membaca Kitab Kuning yang ditulis oleh A. Fatih Syuhud (2020: 3), masalah utama kesulitan membaca dan memahami kitab kuning adalah karena umumnya kitab turos itu tidak ada harkatnya, kecuali Al-Quran dan kitab Hadis. Untuk itulah diperlukan Tips atau modal yang cukup untuk dapat menguasai kitab kuning.

Berikut Tips dan langkah belajar kitab kuning:

  1. Meluruskan niat dan mengumpulkan semangat, ketekunan, serta antusiasme untuk membaca dan memahami.

  2. Mengatur waktu untuk digunakan dalam membaca pelajaran dan mengulang-ulang materi yang telah diberikan.

  3. Memiliki pengetahuan dasar ilmu nahwu, ilmu shorof, dan cara mencari kosa kata baru di kamus Arab-Indonesia.

  4. Menghafal kosa kata bahasa Arab sebanyak mungkin.

  5. Memahami dasar-dasar ilmu yang menjadi pembahasan di dalam kitab kuning.

  6. Fokus terhadap pelajaran dan belajar secara bertahap.

  7. Menggunakan beberapa aplikasi yang dapat memudahkan membaca kitab kuning.

Modal di atas cukup untuk menjadi awal bagi kamu dalam belajar kitab kuning. Adapun langkah-langkah tersebut dapat kamu lakukan secara bertahap agar lebih memahami kitab kuning. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)