Toleransi dalam Bahasa Arab Dinamakan Tasamuh, Ini Dia Contoh Penerapannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Toleransi merupakan sikap yang perlu diterapkan dalam diri tiap manusia, termasuk umat Muslim. Tujuannya yaitu untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama.
Toleransi dalam bahasa Arab dinamakan tasamuh. Sikap ini tentu dapat diterapkan dengan berbagai macam cara. Mari simak penjelasan mengenai tasamuh dan juga cara menerapkannya bagi umat Muslim dalam artikel berikut.
Baca juga: Ini 5 Alasan Penting untuk Berperilaku Toleransi
Pengertian Toleransi dalam Bahasa Arab Dinamakan Tasamuh
Manusia merupakan makhluk Allah yang diciptakan dengan unik dan berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Terlebih, sebagai makhluk sosial kita perlu menjaga bagaimana kita harus berlaku dengan manusia lainnya yang tentunya memiliki pemikiran yang berbeda dengan kita. Penting bagi kita untuk menerapkan toleransi dalam kehidupan. Apa itu toleransi?
Pengertian toleransi dipaparkan dalam buku berjudul Metode dan Pendekatan dalam Syarah Hadis yang ditulis oleh Muhammad Misbah, dkk. (2021:23) yang menyebutkan bahwa toleransi dalam bahasa arab dinamakan tasamuh yang artinya bermurah hati, mudah memaafkan, lapang dada, kesabaran, ketahanan emosional, tenggang rasa, menghargai dan sebagainya.
Toleransi dalam Islam bisa dimaknai dengan membangun sikap untuk saling menghargai, saling menghormati antara satu dengan lainnya. Toleransi atau tasamuh juga dikenal sebagai istilah untuk menjelaskan sikap saling menghormati, menghargai dan kerjasama di antara kelompok masyarakat yang berbeda baik secara budaya, bahasa, etnis, politik, maupun agama.
Penerapan sikap toleransi juga disebutkan dalam firman Allah Ta’ala yang tertuang dalam Alquran surat Al Mumtahanah ayat 8-9 berikut ini:
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8) إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (9)
Artinya: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)
Contoh Penerapan Sikap Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita menjumpai berbagai macam perbedaan yang ada di sekeliling kita. Maka dari itu penting bagi kita memiliki rasa toleransi dengan masyarakat di sekitar kita. Bagaimana contoh penerapan sikap toleransi? Berikut ini adalah contoh penerapan sikap toleransi yang dapat Anda terapkan dalam keseharian:
Menghormati tetangga yang sedang beribadah dengan tidak mengganggunya
Membantu orang yang membutuhkan pertolongan tanpa melihat latar belakangnya
Menghargai pendapat orang lain yang mungkin berbeda atau bahkan bertolak belakang dengan pendapat kita.
Penjelasan singkat mengenai toleransi dalam bahasa Arab dinamakan tasamuh dan contoh penerapannya dapat diteladani sehingga kita dapat menjadi umat Muslim yang lebih baik daripada sebelumnya. Baca juga: Sejarah Peringatan Hari Toleransi Internasional di Dunia
(DAP)
Frequently Asked Question Section
Apa arti toleransi dalam bahasa Arab?

Apa arti toleransi dalam bahasa Arab?
Tasamuh.
Apa pengertian dari toleransi?

Apa pengertian dari toleransi?
Sikap tenggang rasa terhadap segala perbedaan, salah satunya perbedaan agama yang dianut masyarakat Indonesia.
Bagaimana sikap toleransi dalam beragama?

Bagaimana sikap toleransi dalam beragama?
Menghargai agama lain, tidak mencampuri urusan keagamaan orang lain, menjalankan agama masing-masing.
