Tolok Ukur atau Tolak Ukur: Mana yang Baku menurut KBBI?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di antara kata tolok ukur atau tolak ukur, manakah yang termasuk kata baku? Dalam bahasa Indonesia, kata baku akan selalu bisa ditemukan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biasanya sudah ditambahkan dengan keterangan kata tidak bakunya juga.
Kata baku mengikuti ejaan yang benar sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Termasuk dalam penggunaan huruf, tanda baca, dan penulisan kata.
Kata Baku: Tolok Ukur atau Tolak Ukur?
Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah atau aturan yang telah ditetapkan sebagai bahasa standar. Kata baku digunakan dalam situasi formal, seperti dalam penulisan resmi, pendidikan, pidato, dan komunikasi yang memerlukan kejelasan dan kesesuaian dengan tata bahasa yang benar.
Menurut situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, kbbi.kemdikbud.go.id, kata yang baku dan benar digunakan adalah "tolok ukur". Arti dari kata tersebut adalah sesuatu yang dipakai sebagai dasar mengukur (menilai, dan sebagainya); patokan; standar.
Kenapa tolok ukur merupakan salah satu jenis kata baku dalam bahasa Indonesia? Penjelasannya sebagai berikut:
1. Tolok Ukur
Dalam bahasa Indonesia, "tolok" berarti "alat untuk mengukur" atau "sesuatu yang digunakan sebagai patokan atau standar". Oleh karena itu, "tolok ukur" berarti standar atau patokan yang digunakan untuk mengukur atau menilai sesuatu.
2. Tolak Ukur
Sementara itu, "tolak" dalam konteks bahasa Indonesia lebih umum digunakan dengan makna "menolak" atau "tidak menerima". Penggunaan "tolak" dalam frasa "tolak ukur" tidak sesuai dengan makna sebenarnya dalam konteks standar pengukuran.
Itulah sebabnya, "tolok ukur" adalah istilah yang benar dan baku, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang diakui dalam KBBI. Ini berarti "tolok ukur" harus digunakan ketika merujuk pada standar atau patokan untuk menilai atau mengukur sesuatu.
Baca Juga: 60 Contoh Kata-Kata Baku dan Tidak Baku yang Sering Digunakan
Salah satu ciri dari kata baku adalah kata tersebut tidak mengandung unsur bahasa daerah, bahasa slang, atau campuran dari bahasa asing. Tapi ada pengecualian yaitu bila telah diadaptasi dan diserap secara resmi ke dalam bahasa Indonesia.
Jadi, jika masih bingung saat menggunakan kata tolok ukur atau tolak ukur, kata yang baku menurut KBBI adalah tolok ukur. Kata baku ini digunakan dalam tulisan akademik, surat resmi, dokumen hukum, dan komunikasi resmi lainnya. (DNR)
