Konten dari Pengguna

Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tradisi perayaan Maulid Nabi di Indonesia, sumber foto: https://unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tradisi perayaan Maulid Nabi di Indonesia, sumber foto: https://unsplash.com/

Perayaan Maulid Nabi merupakan salah satu tradisi yang berkembang di masyarakat Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara substansi, perayaan Maulid Nabi merupakan ekspresi kegembiraan dan penghormatan seluruh umat di dunia kepada Nabi Muhammad SAW. Bagaimana sejarah perayaan Maulid Nabi di Indonesia?

Dikutip dari buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab, dan Sya’ban, Udji Asiyah (2016: 25) dalam sejarah penyebaran Islam di nusantara, Maulid Nabi atau Mauludan sudah dilakukan oleh Walisongo sebagai sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain sebagai pertanda memeluk agama Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut perayaan syahadatain yang oleh lidah orang-orang Jawa lebih dikenal dengan sekaten.

Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Indonesia

Ilustrasi tradisi perayaan Maulid Nabi di Indonesia, sumber foto: https://unsplash.com/

Berikut adalah beberapa tradisi perayaan Maulid Nabi di Indonesia:

Grebeg Maulud

Grebeg Maulud merupakan perayaan Maulud Nabi yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta. Kata grebeg memiliki arti mengikuti. Sehingga Grebeg Maulud dapat diartikan sebagai proses mengikuti Sultan Yogyakarta yang keluar dari keraton untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Para sultan dan pembesar keraton akan keluar menuju Masjid Agung dengan membawa gunungan makanan. Setelah itu akan diselenggarakan doa bersama dan upacara, dan disusul dengan perebutan gunungan oleh warga.

Muludhen

Tradisi ini merupakan tradisi perayaan Maulid Nabi di daerah Madura, Jawa Timur. Dimana pada tanggal 12 Rabiul Awal, masyarakat akan berkumpul di masjid dan membacakan barzanji atau Riwayat hidup Nabi Muhammad SAW. Setelah itu warga akan memakan tumpeng bersama-sama.

Bungo Lado

Tradisi ini merupakan tradisi perayaan Maulid Nabi yang berasal dari daerah Padang Pariaman, Sumatra Barat. Tradisi ini mengumpulkan pohon hias yang berupa uang. Uang yang dikumpulkan berasal dari warga dan para perantau yang ingin menyumbang. Uang sumbangan itu nantinya akan digunakan utnuk membangun rumah ibadah. Tradisi bungo lado diadakan bergantian di setiap kecamatan.

Demikian tradisi di Indonesia untuk Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (WWN)