Konten dari Pengguna

Tujuan dan Tradisi Rabu Kasan yang Dilaksanakan pada Bulan Safar

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Apa yang Kamu Ketahui Tentang Tradisi Rabu Kasan. Sumber: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Apa yang Kamu Ketahui Tentang Tradisi Rabu Kasan. Sumber: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Apa yang kamu ketahui tentang tradisi Rabu Kasan? Setiap daerah memiliki tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun. Tradisi Rabu Kasan berkaitan erat dengan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Singkatnya, Rabu Kasan adalah tradisi yang dilakukan untuk menolak bala. Tradisi ini juga merupakan salah satu bentuk perpaduan tradisi Jawa dengan nilai dalam agama Islam.

Apa yang Kamu Ketahui Tentang Tradisi Rabu Kasan?

Ilustrasi untuk Apa yang Kamu Ketahui Tentang Tradisi Rabu Kasan. Sumber: Unsplash/Matin Firouzabadi

Apa yang kamu ketahui tentang tradisi Rabu Kasan? Dikutip dari Warisan Ulama Nusantara, Lathifah (2022:61), Rabu Kasan adalah ritual tolak bala dan berasal dari Jawa. Tiap daerah menyebut tradisi ini secara berbeda, ada yang menyebut Rabu Kasan, Rebo Kasan, Rebo Wekasan, Rebo Pungkasan, dan Arba Mustakmir.

Rabu Kasan dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Tradisi ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan seperti pembacaan doa, puasa sunah, salat sunah, pembacaan ayat Al-Quran, dan sebagainya.

Tradisi Rabu Kasan ini menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan karena dianggap tidak ada dalil khususnya. Tetapi, Syekh Abdul Hamid Kudus dalam kitabnya yang berjudul Kanzun Najah was Surur menyebut bahwa, “Allah menurunkan ratusan ribu jenis musibah dan kesialan pada hari Rabu terakhir bulan Safar.”

Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan tradisi Rabu Kasan. Tradisi ini merupakan bentuk akulturasi agama Islam dan budaya Jawa. Tujuan tradisi ini adalah untuk menolak bencana sekaligus sebagai perwujudan rasa syukur.

Mitos Rabu Kasan

Ilustrasi untuk Apa yang Kamu Ketahui Tentang Tradisi Rabu Kasan. Sumber: Unsplash/Matin Firouzabadi Priscilla Du Preez

Banyak masyarakat yang percaya bahwa pada Rabu Kasan akan ada banyak musibah yang terjadi. Oleh karena itu, Rabu Kasan biasanya diisi dengan kegiatan keagaaman seperti membaca doa, membaca Al-Quran, dan lainnya.

Karena dianggap sebagai hari turunnya musibah dan kesialan, muncul beberapa mitos yang masih dipercayai oleh sebagian masyarakat sebagai berikut.

  • Tidak boleh keluar rumah karena orang yang pergi keluar rumah dipercaya akan terkena musibah.

  • Tidak boleh menikah pada Rabu Kasan. Sebagian orang percaya bahwa jika menikah saat Rabu Kasan bisa berakibat buruk seperti akan berakhir dengan perceraian.

Baca juga: Contoh Makam Sebagai Peninggalan Sejarah di Masa Islam

Apa yang kamu ketahui tentang tradisi Rabu Kasan? Tradisi ini adalah bentuk percampuran budaya Jawa dengan nilai Islam yang bertujuan untuk menolak bencana dengan cara melakukan kegiatan keagamaan. (KRIS)