Tujuan Pengemasan Makanan dan Jenis-Jenis Kemasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika membeli makanan, makanan tersebut pasti sudah atau akan dikemas penjualnya. Tujuan pengemasan makanan adalah untuk melindungi produk agar tidak terpapar bakteri. Selain itu, masih ada beberapa tujuan pengemasan makanan lainnya.
Saat ini, ada banyak sekali jenis kemasan makanan. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah plastik.
Tujuan Pengemasan Makanan adalah untuk Melindungi Produk
Biasanya, kemasan untuk makanan akan disesuaikan dengan jenis makanan tersebut. Misalnya, untuk keripik singkong umumnya menggunakan kemasan plastik. Dikutip dari Home Made Frozen Food, Alamsyah (2008:13), berikut beberapa ciri pengemasan makanan yang baik.
Tahan air dan penguapan
Tidak meninggalkan bau dan tidak berasa
Tidak retak atau pecah dalam suhu dingin
Mudah digunakan dan bisa diberikan label dan ditutup
Tidak memakan tempat
Murah.
Adapun beberapa tujuan pengemasan makanan adalah sebagai berikut.
Melindungi produk dari pengaruh biotik (bakteri, kapang)
Melindungi produk dari pengaruh fisik, misalnya dari cahaya
Melindungi produk dari pengaruh kimiawi seperti dari kelembaban udara
Agar makanan lebih awet dan mutunya tetap terjaga
Supaya memudahkan penanganan produk makanan seperti proses penyimpanan, transportasi, dan penjualan
Untuk media informasi dan promosi produk
Menjadi daya tarik produk
Jenis-Jenis Kemasan Makanan
Ada beberapa bahan yang sering digunakan untuk kemasan makanan. Berikut beberapa di antaranya.
1. Plastik
Plastik merupakan bahan paling umum dan paling banyak digunakan. Bahan ini bisa diolah menjadi berbagai bentuk seperti kantong, botol minuman, mangkuk, dan lainnya.
2. Kertas
Kertas juga umum sebagai kemasan makanan. Bahan ini tidak sekuat dan seawet plastik, sehingga biasanya digunakan sebagai wadah sementara. Untuk kertas yang tebal seperti karton, bisa digunakan sebagai pembungkus luar makanan agar lebih kuat.
3. Kaca
Bahan lain yang kerap digunakan untuk kemasan makanan adalah kaca. Biasanya, kaca digunakan untuk mengemas sirop, minuman kemasan, minyak, saus, kecap, dan sebagainya. Bahan ini memiliki kelebihan yaitu kuat dan transparan sehingga produk mudah terlihat.
4. Kemasan Tradisional
Selain kemasan modern, makanan di Indonesia juga masih ada yang menggunakan kemasan tradisional. Bungkusan tersebut berasal dari daun pisang, daun jati, janur, dan kulit jagung. Kelebihan kemasan tradisional ini adalah mudah terurai dan bisa memberikan aroma sehingga makanan lebih sedap.
Baca juga: Kekurangan dan Keunggulan Menggunakan Kemasan Kertas untuk Makanan
Salah satu tujuan pengemasan makanan adalah untuk melindungi produk. Pelajari juga tujuan lain dan jenis kemasan makanan untuk menambah wawasan. (KRIS)
