Konten dari Pengguna

Tujuan Penggunaan Aksara Jawa Pasangan dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksara Jawa Pasangan. (Foto: https://flickr.com)
zoom-in-whitePerbesar
Aksara Jawa Pasangan. (Foto: https://flickr.com)

Setiap aksara utama Jawa memiliki 2 bentuk aksara, yaitu bentuk asli (aksara nglegena) dan bentuk aksara pasangan. Dikutip dari buku Gaul Aksara Jawa yang ditulis oleh LKIS Yogyakarta (2015: 35), aksara Jawa pasangan merupakan aksara yang berubah bentuk untuk menghormati aksara yang mati sebelumnya atau berfungsi membuat aksara sebelumnya mati/menjadi konsonan. Dengan kata lain, simbol pasangan dalam susunan kalimat aksara Jawa digunakan untuk menulis huruf mati yang berasal dari suku kata dasar, seperti H, N, C, R, K, D, T, S, L, P, Dh, J, Y, dan seterusnya.

Secara aturan, aksara Jawa pasangan hanya boleh digunakan di tengah kalimat atau kata. Adapun cara penulisan pun dari arah kiri ke kanan. Perlu diingat juga, sangat penting untuk memperhatikan posisi penulisan, karena setiap pasangan aksara Jawa memiliki letak yang berbeda-beda.

Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai contoh penggunaan aksara Jawa pasangan.

Contoh Penggunaan Aksara Jawa Pasangan

Aksara Jawa Pasangan. (Foto: https://flickr.com)

Dalam membuat susunan kalimat aksara Jawa ada aturan tertentu dalam penggunaan pasangannya. Berikut akan dijelaskan secara rinci berdasarkan keterangan nomor masing-masing.

  1. Simbol pasangan dari kata dasar “Ha”, yang mana dalam aturan penulisannya diletakkan di belakang dan sesejar dengan aksara dasar yang dimatikan.

  2. Simbol pasangan dari kata “Na”, posisinya berada di bawah serta harus disambungkan dengan aksara dasar sebelumnya yang hendak dihilangkan huruf vokalnya.

  3. Simbol pasangan “Ca”, letak posisi berada tepat di bawah aksara dasar sebelumnya yang hendak dimatikan.

  4. Simbol pasangan “Ra”, letak posisi berada di bawah aksara dasar yang akan dibuat menjadi konsonan,

  5. Simbol pasangan “Ka”, posisinya diletakkan di bagian bawah aksara sebelumnya yang akan dimatikan dan disambungkan dengan kata selanjutnya.

  6. Simbol pasangan “Da”, diletakkan di bagian bawah kata sebelumnya.

  7. Simbol pasangan “Ta”, diletakkan di bagian bawah aksara dasar yang hendak dibuat konsonan.

  8. Simbol pasangan “Sa”, berada di belakang dan sejajar dengan aksara dasar sebelumnya.

  9. Simbol pasangan “Wa”, berada tepat di bagian bawah aksara dasar yang hendak dibuat mati atau dihilangkan huruf vokalnya.

  10. Simbol pasangan “La”, diletakkan tepat di bawah aksara dasar yang hendak dibuat mati atau dihilangkan huruf vokalnya.

  11. Simbol pasangan “Pa”, letaknya berada sejajar dan tepat dibelakang aksara dasar.

  12. Simbol pasangan “Dha”, letaknya berada tepat di bagian bawah aksara dasar hendak dibuat mati atau disambungkan denga kata berikutnya.

  13. Simbol pasangan “Ja”, diletakkan tepat di bawah aksara dasar yang akan dimatikan.

  14. Simbol pasangan “Ya”, letaknya berada di bawah askari sebelumnya yang hendak dibuat mati menjadi konsonan.

  15. Simbol pasangan “Nya”, letaknya berada di belakang sejajar serta harus disambungkan dengan aksara dasar sebelumnya.

  16. Simbol pasangan “Ma”, diletakkan tepat di bawah aksara dasar yang akan dimatikan.

  17. Simbol pasangan “Ga”, diletakkan berada di bawah aksara dasar yang akan dibuat menjadi konsonan.

  18. Simbol pasangan “Ba”, diletakkan berada di bawah aksara dasar sebelumnya.

  19. Simbol pasangan “Tha”, bentuk mirip dengan “Dha”, namun bedanya terdapat bulatan di bagian tengah, diletakkan di bawah aksara sebelumnya.

  20. Simbol pasangan “Nga”, diletakkan di bawah aksara dasar sebelumnya.

Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)