Tujuan Teks Narasi, Unsur, dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tujuan teks narasi yang baik di dalam teks cerpen, novel, dan biografi singkatnya adalah untuk membuat pembaca benar-benar menghidupi cerita tersebut.
Hal itu karena teks narasi dapat memperjelas peristiwa yang sedang diceritakan, baik fiksi maupun nonfiksi. Karena itu, para penulis masa depan perlu berlatih menulis teks narasi yang baik sejak dini.
Tujuan Teks Narasi
Dikutip dari buku BPSC Modul Bahasa Indonesia SD/MI Kelas V, Agus Sasono, (2021:43), teks narasi adalah pola pengembangan cerita yang menyajikan serangkaian peristiwa sesuai kronologinya, sehingga terdiri dari bagian awal, pertengahan, dan akhir.
Tujuan teks narasi adalah untuk membantu pembaca memahami suatu cerita dengan lebih jelas menggunakan imajinasi yang diperolehnya. Dengan begitu, maka pembaca akan merasa seolah-olah berada di dalam cerita itu, sehingga akan lebih terhibur.
Unsur Teks Narasi
Sebelum menulis teks narasi, ada beberapa unsur yang perlu disiapkan, antara lain:
Tema: topik yang akan digunakan untuk mengembangkan cerita yang ditulis
Latar: waktu, tempat kejadian peristiwa, lingkungan sosial, dan interaksi, dan suasana cerita
Penokohan atau karakter: cara penulis menggambarkan watak para tokoh di dalam menggerakan suatu cerita
Alur: rangkaian peristiwa yang memiliki pola dan berusaha memecahkan konflik di dalam narasi
Contoh Teks Narasi
Agar lebih jelas, perhatikan contoh teks narasi berikut ini:
Sebagai seorang siswa SMP, Ujang tidak hanya belajar dan menghadapi berbagai ujian di sekolah, tetapi juga ujian kehidupan. Pasalnya, sepulang sekolah, Ujang juga berjualan kue kering di warung dekat rumahnya. Hal itu dilakukannya demi mengumpulkan banyak uang untuk membiayai pengobatan ayahnya.
Sayangnya setelah berjualan selama beberapa hari, uang yang terkumpul masih sangat jauh dari target yang harus dicapai. Pada suatu hari, siang menuju petang, dagangannya tak kunjung dibeli oleh siapa pun.
Nyaris putus asa, masuklah pikiran licik ke otaknya. Namun, Ujang teringat perkataan ibunya untuk selalu berbuat baik dan berdoa agar memperoleh berkah dari Tuhan. Akhirnya Ujang menepis pikiran licik tersebut dan pulang ke rumah.
Di jalan, Ujang melihat ada seorang pria yang sedang mengikuti seorang wanita di depanya. "Pasti orang itu mau mencuri!" ujar Ujang dalam hati.
Benar saja, tak lama kemudian, pria itu mengambil tas wanita tersebut. Wanita itu pun menjerit dan dengan cepat Ujang langsung mengejar dan menendang pencuri itu hingga terjatuh.
Tas itu pun turut terjatuh bersama si pencuri. Setelah itu, Ujang segera mengambilkan tas tersebut kepada pemiliknya. Sebagai ucapan terima kasih, wanita tersebut memberikan Ujang sejumlah uang yang cukup untuk membiayai pengobatan ayahnya.
Setelah membaca tujuan, unsur, dan contoh teks narasi di atas, cobalah menulis teks narasimu sendiri. (BRP)
