Konten dari Pengguna

Tujuh Sakramen dalam Gereja Katolik yang Perlu Diketahui

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tujuh sakramen dalam gereja Katolik. Foto: pexels/Masbet Christianto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tujuh sakramen dalam gereja Katolik. Foto: pexels/Masbet Christianto

Sakramen merupakan bagian sentral dari ajaran dan doktrin umat Katolik. Sakramen dipahami sebagai tanda kehadiran Allah dalam kehidupan manusia. Terdapat tujuh sakramen dalam gereja Katolik yang perlu diketahui.

Angka 7 merupakan simbol kesempurnaan kehadiran Allah di seluruh dimensi dan siklus hidup manusia. Meski ada 7 sakramen, tiap umat Katolik hanya bisa menerima 6 sakramen di sepanjang hidupnya.

Tujuh Sakramen dalam Gereja Katolik

Ilustrasi sakramen baptis dalam gereja Katolik. Sumber: pixabay/fernandozhiminaicela

Tujuh sakramen dalam gereja Katolik meliputi Sakraman Baptis, Ekaristi, Penguatan/Krisma, Pengakuan dosa/Tobat, Pengurapan orang sakit/Minyak suci, Perkawinan, dan Imamat.

Dalam buku Liturgi Sakramen dan Sakramentali: Seri Katekese Liturgi, Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang, (2020), dijelaskan bahwa tujuh sakramen tersebut dikelompokkan menjadi 3 bagian yakni:

  • Sakramen Inisiasi: Baptis, Krisma, dan Ekaristi

  • Sakramen Penyembuh: Pengakuan dosa dan Pengurapan orang sakit

  • Sakramen Panggilan: Perkawinan dan Imamat

Tiap orang Katolik maksimal hanya bisa menerima 6 sakramen. Mereka yang sudah menerima sakramen imamat atau tahbisan tidak bisa menerima sakramen perkawinan, begitu juga sebaliknya.

Berikut ini penjelasan tentang tujuh sakramen yang ada dalam gereja Katolik secara rinci:

1. Sakramen Baptis

Sakramen Baptis merupakan sakramen awal yang menjadikan penerimanya masuk dalam persekutuan hidup dengan Allah dan gereja. Tanpa sakramen Baptis, seseorang tidak bisa menerima sakramen lainnya dalam gereja Katolik.

2. Sakramen Ekaristi

Sakramen Ekaristi berasal dari kata eukaristein yang merupakan perayaan syukur karena manusia telah disatukan (satu tubuh dan satu darah) dengan Kristus sehingga diselamatkan. Sakramen ini menghantar umat beriman untuk sungguh-sungguh mengambil bagian secara penuh dan utuh dalam tugas-tugas Kristus di dunia.

3. Sakramen Krisma

Sakramen Krisma disebut juga dengan Sakramen Penguatan. Seseorang yang menerika Sakramen Krisma dikuatkan oleh daya Roh Kudus untuk makin semangat dalam mewartakan tentang Kristus dan kerajaan-Nya. Sakramen ini juga menjadi lambang pendewasaan dan pengakuan iman akan Yesus Kristus.

4. Sakramen Tobat

Sakramen Tobat sering disebut juga sakramen rekonsiliasi karena melalui sakramen ini terjadi perbaikan hubungan antara manusia dan Allah yang renggang karena dosa. Sakramen ini disebut juga sakramen pengampunan dosa karena melalui penerimaan sakramen ini, Allah mengampuni segala salah dan dosa manusia.

5. Sakramen Perkawinan

Sakramen ini mengikat perjanjian seorang laki-laki dan perempuan untuk bersatu menjadi suami dan istri, selama-lamanya dan eksklusif, bebas dari paksaan, serta menikah secara monogami. Sekali untuk selamanya hingga kematian memisahkan.

6. Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Sakramen yang juga disebut sebagai sakramen minyak suci ini diberikan oleh seorang imam dengan mengoleskan minyak yang telah diberkati secara khusus yakni Olieum Infirmorum. Sakramen ini memiliki daya kekuatan rahmat yang memberikan penghiburan iman dan penyembuhan bagi orang yang sakit.

7. Sakramen Imamat

Sakramen Imamat atau Sakramen Tahbisan Suci (Holy Orders) hanya diberikan kepada seorang calon diakon, calon imam, dan calon uskup oleh seorang uskup.

Baca juga: Kumpulan Bacaan Doa Harian dalam Agama Katolik

Tujuh sakramen dalam gereja Katolik ini merupakan tanda yang paling kelihatan dan bisa dinilai oleh umat beriman sebagai sarana Ilahi untuk menguduskan, menyelamatkan, dan menumbuhkan iman. (SASH)