Tulisan Arab Hamdalah dan Artinya Lengkap dengan Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang yang beragama Islam pasti tidak asing dengan ucapan hamdalah yang bahkan sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat ini memang kerap diucapkan sebagai bentuk syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya. Meski begitu, ternyata tidak sedikit dari umat muslim yang belum tahu bagaimana tulisan Arab hamdalah yang benar.
Tulisan Arab Hamdalah dan Artinya Lengkap dengan Penjelasannya
Nah, untuk Anda yang belum tahu tulisan Arab hamdalah dan artinya yang benar, berikut penjelasannya yang dikutip dari buku Pembelajaran Menulis Bahasa Arab: Dalam Perspektif Komunikatif karya Ahmad Muradi (2016).
Dengan harokat:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Tanpa harokat:
الحمد لله رب العالمين
Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin
Artinya, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
Adapun menurut ilmu Nahwu, lafadz hamdalah terbagi menjadi tiga susunan pokok, yaitu mubtada’, khabar, dan na’at. Lafadz اَلْحَمْدُ tarkibnya (kedudukannya) menjadi Mubtada'. Karena isim apapun jika diletakkan di awal, maka kedudukannya menjadi Mubtada'. Mubtada' adalah isim yang dibaca rafa', yang sunyi dari 'amil lafdzi. Itulah alasan mengapa اَلْحَمْدُ huruf akhirnya dibaca dhomaah (dibaca rafa').
Sedangkan lafadz لِلَّهِ kedudukannya sebagai Khabar. Dibaca jer (kasrah) karena kemasukan (ل) huruf jer. Sedangkan lafadz رَبِّ dibaca kasroh karena menjadi na'at (sifat) dari man'utnya (yang disifati), yaitu lafadz رَبِّ . Sedangkan الْعَالَمِينَ dibaca jer dengan alamat ya' karena berupa jama'.
Waktu yang Disunnahkan untuk Membaca Kalimat Hamdalah
Berikut adalah waktu yang disunnahkan untuk membaca kalimat hamdalah dalam agama Islam.
Disunahkan menuliskan kalimat hamdalah pada permulaan karya tulis, sebagai rasa syukur atas karunia yang Allah berikan yaitu berupa ilmu yang bermanfaat.
Pada saat berceramah muqodimah diawali dengan pujian terhadap Allah dan sebaiknya yang mendengarkan juga mengucapkan alhamdulillah.
Disunahkan pada saat selesai menyantap hidangan baik makanan atau minuman.
Setelah bersin disunahkan untuk membaca alhamdulillahirabbil ‘alamiin dan yang mendengar orang bersin tersebut mengucapkan yarhamukallah kemudian orang yang bersin menjawab yahdikumullah.
Pada saat akad nikah dilakukan.
(Anne)
