Tulisan Arab Khusnul Khotimah dan Tanda-tanda Orang yang Mendapatkannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalimat khusnul khotimah merupakan kalimat yang biasa diucapkan ketika ada seseorang yang berduka. Walaupun sering diucapkan, namun banyak yang belum mengetahui tulisan Arab khusnul khotimah dan tanda-tanda orang meninggal yang mendapatkannya.
Tulisan Arab Khusnul Khotimah
Secara bahasa, khusnul khotimah berasal dari kata hasan yang artinya baik dan khatimah yang berarti akhir. Sehingga khusnul khotimah memiliki arti sebuah anugrah yang Allah SWT berikan kepada seseorang yang meninggal dengan sebaik-baiknya. Namun untuk mendapatkan khusnul khotimah tidak bisa diraih dengan hanya berpangku tangan.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 102 yang artinya,
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Muslim (berserah diri).”
Lantas bagaimanakah pernulisan bahasa Arab dari kalimat khusnul khotimah?
خسن لخاتمة
Tanda-tanda Orang Meninggal dalam Keadaan Khusnul Khotimah
Dikutip dari buku Jangan Takut Mati Bila Husnul Khatimah karya Ahmad Zacky El-Shafa (2012), setidaknya terdapat 7 tanda orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, yakni:
1. Penucapkan Syahadat Menjelang Wafat
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘La ilaaha illallah’ dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud 3118)
2. Meninggal dengan Keringat di Dahi
Dari Buraidah bin Al-Hashib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening.” (HR. Tirmidzi, no. 982; Ibnu Majah, no. 1452, An-Nasa’i, no. 1828, dan Ahmad, no. 23022)
3. Wafat pada Malam atau Siang di Hari Jumat
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila ada seorang muslim yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, maka Allah akan menjaganya dari pertanyaan kubur.” (HR. Ahmad 6582, Tirmidzi 1095)
4. Meninggal di Medan Perang di Jalan Allah
“Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari, no. 2829 dan Muslim, no. 1914)
5. Meninggal Setelah Bersabar dengan Ujian Allah
Dari Jabir bin Atik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh: mati karena tha’un syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, wanita yang mati karena melahirkan syahid.” (HR. Abu Daud 3111)
6. Meninggal dalam Menjaga di Daerah Perbatasan di Jalan Allah
"Berjaga-jaga (di jalan Allah) sehari dan semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan shalat sebulan. Bila ia meninggal, amalnya yang biasa ia lakukan ketika masih hidup terus dianggap berlangsung dan diberikan rizkinya serta aman dari fitnah (pertanyaan kubur).” (HR. Muslim 5047)
7. Meninggal dalam Keadaan Beramal Shalih
Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang mengucapkan La ilaaha illallah karena mengharapkan wajah Allah yang dia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah yang dia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah yang dia mengiri hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga.” (HR. Ahmad 23324)
Demikian penjelasan tulisan Arab khusnul khotimah dan tanda-tanda seorang mendapatkannya. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang termasuk orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Amiin. (MZM)
