Tulisan Arab Lailahaillallah dan Syaratnya Agar Diterima di Sisi Allah

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat Muslim pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat lailahaillallah. Kalimat tersebut menjadi rukun Islam yang pertama yang perlu diucapkan umat secara secara lisan dan juga mengimaninya dalam hati. Namun apakah Anda sudah mengetahui bagaimana tulisan Arab lailahaillallah dan syarat-syarat agar diterima Allah SWT?
Tulisan Arab Lailahaillallah
Lailahaillallah atau kalimat tauhid ini menjadi inti dari seluruh landasaan ajaran agama Islam, yakni sebagai bentuk pengakuan seorang umat bahwa tidak ada tuhan yang patut disembah selain Allah SWT.
Adapun tulisan lailahaillallah dalam bahasa Arab yaitu:
لآإِلَهَ إِلاَّ الله
Kalimat lailahaillallah tersusun dari tiga huruf alif-lam-ha (ا – ل – ه) dan terdiri dari 4 kata, yaitu:
Laa (لآُ) berarti menafikan, yakni meniadakan semua jenis sesembahan.
ilaah (إِلَهَ) berarti sesuatu yang disembah.
illa (إِلاَّ) berarti pengecualian.
Allah (الله) maksudnya bahwa Allah adalah ilaah/sesembahan yang benar.
Sehinga arti dari kalimat tauhid menjelaskan bahwa “Tidak ada sesembahan yang patut disembah kesuali Allah”.
Syarat-syarat Diterimanya Lailahaillallah
Dikutip dari buku Aqidah dan Etika Dalam Biologi karya Safrida dan Dewi Andayani (2016) syarat-syarat lailahailalllah terdiri tujuh perkara, yaitu:
1. Al-‘Ilmu
Mengetahui dengan baik makna lailahaillallah serta mengerahui apa yang ditiadakan dan apa yang ditetapkan.
Allah berfirman dalam Surat Muhammad ayat 19 yang artinya,
“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Allah.”
2. Al-Yaqin
Al-Yaqin bermakna yakin tanpa ada keraguan sedikitpun, yakni orang yang bersyahadat itu benar-benar meyakini kandungan kalimat lailahaillallah tanpa ada keraguan sedikitpun. Sebagaimana yang dijelaskan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan bahwa aku adalah utusan Allah, tidaklah seorang hamba bertemu dengan Allah dengan membawa kedua (kalimat ini) dalam tidak ragu-ragu dengan kedua (kalimat ini), kecuali dia masuk surga.” (HR. Muslim no. 27)
3. Al-Ikhlash
Al-Ikhlash adalah ikhlas ketika mengucapkan kalimat lailahaillallah dengan tidak mengharapkan kecuali ridha Allah. Allah berfirman dalam Al Bayynah ayat 5 yang artinya,
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus.”
4. Ash-Shadqu
Ash-Shadqu bermakna benar, jujur, dan tidak bohong, yaitu seseorang yang mengucapkan lailahaillallah dengan lidahnya benar-benar sesuai dengan isi hatinya.
Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 8 yang artinya,
“Di antara manusia ada yang mengatakan, “Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.”
5. Al-Mahabbah
Al-Mahabbah adalah cinta yang menghapus kebencian. Orang yang bersyahadat wajib mencintai kalimat lailahaillallah, kandungannya, tuntunannya, dan mencintai orang-orang yang mengamalkannya.
Allah berfirman dalam Surat Al Maidah ayat 54 yang artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang mutad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siap yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
6. Al-Inqiyaad
Al-Inqiyaad merupakan patuh dan tunduk atas apa yang terkandung dalam kalimat lailahaillallah. Allah berfirman dalam Surat Luqman ayat 22 yang artinya,
“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh.”
7. Al-Qabul
Al-Qabul adalah menerima semua konsekuensi kalimat lailahaillallah dalam hati maupun lisan, membenarkan dan mempercayai semua yang disampakan utusan-Nya Rasulullah, serta menerima tanpa menolak sedikitpun. Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 285 yang artinya,
“Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seserangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”
Demikian penjelasan tulisan Arab lailahaillallah dan syarat agar diterima Allah SWT. Semoga informasi di atas bermanfaat. (MZM)
