Tulisan Arab Melayu Lengkap Huruf dan Angkanya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tulisan Arab Melayu merupakan salah satu bukti dari sejarah adanya pengaruh dari penyebaran Islam ke Indonesia. Seperti apa bentuk tulisan Arab Melayu?
Tulisan Arab Melayu: Huruf dan Angka
Huruf pada tulisan Arab Melayu memiliki kesamaan bentuk dan bunyi yang serupa dengan huruf hijaiyah. Hal yang membedakannya, yaitu:
Huruf Arab Melayu tidak menggunakan tanda harakat seperti fathah, kasrah, dhammah, atau tanwin.
Huruf Arab Melayu memiliki enam aksara tambahan yang tidak dimiliki oleh huruf hijaiyah.
Supaya lebih jelas, berikut adalah bentuk huruf dari tulisan Arab Melayu yang lengkap dengan enam aksara tambahan. Selamat menyimak.
Baca juga: Bahasa Arab Angka 1-20 dan Ketentuan dalam Penggunaannya
Huruf Arab Melayu
ا : alif
ب : ba
ت : ta
ث : tsa
ج : jim
ج : ha
خ : kho
د : dal
ذ : dzal
ر : ro
ز : za
س : sin
ش : syin
ص : shod
ض : dhod
ط : tho
ظ : zho
ع : ain
غ : ghoin
ف : fa
ق : qof
ك : kaf
ل : lam
م : mim
ن : nun
و : waw
هـ : ha
ي : ya
ء : hamzah
لا: lam alif
6 Aksara Tambahan
cha : چ (ha dengan titik 3)
nga : ڠ (ain dengan titik tiga)
pa : ڤ (fa dengan titik 3)
ga : ڬ (kaf dengan titik)
va : ۏ (wau dengan titik)
nya : ڽ (nun dengan titik 3)
Itulah tulisan huruf dari Arab Melayu. Sebagaimana tulisan angka pada umumnya, angka pokok pada Arab Melayu juga berjumlah 10, yaitu:
0 : ٠
1 : ١
2 : ٢
3 : ٣
4 : ٤
5 : ٥
6 : ٦
7 : ٧
8 : ٨
9 : ٩
Sejarah Munculnya Tulisan Arab Melayu
Keberadaan Huruf Arab Melayu memiliki kaitan yang erat dengan proses penyebaran Islam di Indonesia. Hadi (2015: 15) dalam bukunya yang berjudul “Kata-kata Arab dalam Bahasa Indonesia” menjelaskan bahwa kontak antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab telah terjadi sejak penyebaran Islam di Nusantara yang pada masa itu Bahasa Indonesia masih merupakan Bahasa Melayu.
Menurut A-Attas dalam Hadi (2015: 15), semula orang-orang Arab menyebarkan Islam di Kepulauan Nusantara (Kepulauan Melayu-Indonesia) dengan menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Kemudian, pada abad XIV – XVI, yakni saat masa kejayaan Kerajaan Malaka, pengaruh Bahasa Arab terhadap Bahasa Melayu semakin intensif dengan dipakainya tulisan Arab untuk menuliskan Bahasa Melayu.
Sejak saat itu, karya-karya keagamaan dan karya-karya sastra yang menggunakan tulisan Arab Melayu mengalami perkembangan. Kemudian tulisan Arab Melayu ini juga disebut dengan istilah tulisan Jawi. (AA)
