Tulisan Man Jadda Wajada yang Benar dan Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat muslim, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat man jadda wajada. Kalimat ini biasanya diberikan untuk memberi semangat dan motivasi kepada muslim lainnya. Namun, sebenarnya bagaimana tulisan man jadda wajada yang benar?
Adapun dalil yang mendasari kalimat man jadda wajada ini terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 286 yang berbunyi sebagai berikut.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Lȃ yukallifullȃ nafsan illȃ wus’ahȃ
Artinya, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya.”
Dari dalil tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa apapun masalah yang sedang dihadapi, Allah SWT tahu bahwa kita mmapu melewatinya. Oleh karena itu, kita harus bersungguh-sungguh dalam melakukan apapun yang menjadi pilihan kita.
Tulisan Man Jadda Wajada yang Benar dan Penjelasannya
Menurut buku Man Jadda Wajada karya Akbar Zainudin (2010), berikut adalah tulisan man jadda wajada yang benar.
مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Artinya, “Siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan berhasil.”
Dalam pepatah bahasa Indonesia, kalimat man jadda wajada diartikan sebagai “Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.” Sebagai makhluk Allah SWT, kita harus bersungguh-sungguh dalam berusaha mendapatkan yang kita inginkan. Meski Allah SWT telah menentukan segala sesuatunya, namun kita juga diperintahkan untuk selalu berusaha dan berikhtiar dengan penuh kesungguhan.
Jadi, makna kata “bersungguh-sungguh” disini sangatlah luas. Adapun beberapa maknanya antara lain sebagai berikut.
1. Kesungguhan dalam Meraih Keridhaan Allah SWT
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)
2. Kesungguhan untuk Mengubah Diri Sendiri
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kamu sehingga mereka merubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
3. Kesungguhan dalam Mencari Nafkah
“Sesungguhnya di antara perbuatan dosa, ada yang tidak dapat dihapus oleh sholat, sedekah, dan haji. Namun hanya dapat ditebut dengan kesungguhan dalam mencari nafkah penghidupan.” (HR. Tabrani)
(Anne)
