Konten dari Pengguna

Tulisan Masya Allah yang Benar Ketika Melihat Hal Menakjubkan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tulisan Masya Allah. Foto: freepik.com/baramyou0708
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tulisan Masya Allah. Foto: freepik.com/baramyou0708

Seorang umat Muslim pasti tidak asing lagi dengan frasa Masya Allah. Namun, tak jarang terjadi perdepatan pendapat tentang cara tulisan Masya Allah yang benar. Lantas bagaimana tulisan Masya Allah yang benar?

Tulisan Masya Allah yang Benar

Ketika seorang umat Muslim melihat sesuatu hal yang menakjublkan, ucapan yang pertama terlontarkan adalah Masya Allah. Ucapan Masya Allah tertulis dalam Surat Al Kahfi ayat 39.

وَلَوۡلَآ إِذۡ دَخَلۡتَ جَنَّتَكَ قُلۡتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِۚ إِن تَرَنِ أَنَا۠ أَقَلَّ مِنكَ مَالٗا وَوَلَدٗا ٣٩

"Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan."

Ayat di atas merupakan gambaran ketika seseorang melihat suatu hal yang menakjubkan ciptaan Allah SWT.

Ilustrasi tulisan Masya Allah. Foto: freepik.com/nikitabuida

Dikutip dari buku Tafsir Al Quranul Karim Surat Al Kahfi karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin (1998), dinila dari bahasa Arab Masya Allah bisa digunakan untuk dua keadaan.

Keadaan pertama, dari Masya Allah adalah dengan menjadikan kata “maa” sebagai isim maushul (kata sambung) dan berstatus sebagai predikat. Sehingga bentuk lengkapnya adalah “hadzaa maa syaa Allah”. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah “Inilah yang dikendaki Allah.”

Keadaan yang kedua, ungkapan Masya Allah adalah kata benda yang berstatus sebagai fi’il syarath atau kata kerja yang mengindikasikan sebab. Sehingga jika diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Apa yang dihendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi.”

Singkatnya, Masya Allah digunakan ketika melihat hal-hal ciptaan Allah yang menakjubkan. Sehingga menyadari bahwa ketetapan yang menakjubkan tersebut merupakan bentuk kebesaran Allah SWT.

Lalu bagaimana tulisan Masya Allah secara benar?

Jika dilihat dari Surat Al Kahfi ayat 39, penulisan Masya Allah yang benar adalah, “maa syaa Allah”. Namun begitu, bagaimanapun penulisannya tidaklah mengapa, yang terpenting adalah pengucapannya yang tepat, agar tidak mengubah arti dan makna yang ada.

Itulah penjelasan tetang tulisan Masya Allah yang benar. Semoga dengan penjelasan di atas menjawab pertanyaan yang ada. (MZM)