Konten dari Pengguna

Tuntunan Sholat Sunnah Hajat Lengkap dengan Keutamaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sholat sunnah hajat. Foto: dok. https://unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sholat sunnah hajat. Foto: dok. https://unsplash.com/

Sholat merupakan salah satu cara yang bisa kita lakukan agar apa yang diinginkan bisa tercapai. Salah satu sholat sunnah yang sering dilakukan umat muslim dengan tujuan keinginan tercapai adalah sholat hajat. Untuk dapat menunaikannya, berikut ini tuntunan sholat sunnah hajat lengkap dengan keutamaannya.

Tuntunan Sholat Sunnah Hajat dan Bacaan Doanya

Sholat sunnah hajat merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad untuk kita tunaikan sebagai cara memohon pertolongan kepada Allah dalam mewujudkan hajat atau cita-cita yang kita miliki. Dengan menunaikan sholat hajat, kita berarti memasrahkan diri kepada Allah dan memohon untuk dipermudah dalam meraih hal yang kita cita-citakan.

Penjelasan mengenai sholat hajat tersebut rupanya juga dipaparkan dalam buku Tuntunan Praktis Ibadah Sholat yang disusun oleh M. Chozin Machmud (2019:38) yang menjelaskan bahwa sholat hajat adalah shalat sunnah yang dikerjakan dengan maksud khusus memohon kepada Allah mengabulkan hajat, kebutuhan atau keperluannya. Anjuran menunaikan sholat sunnah hajat ini disebutkan dalam sebuah hadis berikut ini:

مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ ثُمَّ لْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لْيُثْنِ عَلَى اللهِ وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ ثُمَّ لْيَقُلْ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya: “Barang siapa yang mempunyai kebutuhan kepada Allah atau kepada seseorang dari bani Adam, maka berwudhulah dan perbaikilah wudhunya kemudian shalatlah dua raka’at. Lalu hendaklah ia memuji Allah Ta’ala dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengucapkan (do’a), ‘Tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Maha Mulia, Maha Suci Allah Rabb Arsy yang agung, segala puji milik Allah Rabb sekalian alam, aku memohon kepada-Mu hal-hal yang menyebabkan datangnya rahmat-Mu, dan yang menyebabkan ampunan-Mu serta keuntungan dari tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau tinggalkan pada diriku dosa kecuali Engkau ampuni, kegundahan melainkan Engkau berikan jalan keluarnya, tidak pula suatu kebutuhan yang Engkau ridhai melainkan Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang’.” (HR. Tirmidzi no. 479 dan Ibnu Majah no. 1384)

Melalui pemaparan hadis tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa Nabi menganjurkan untuk menunaikan sholat sunnah hajat sebagai permohonan kepada Allah agar kebutuhan kita dapat terpenuhi. Sholat hajat ini dapat dilakukan seperti sholat sunnah pada umumnya, bedanya sholat sunnah hajat tidak memiliki waktu khusus untuk mengamalkannya.

Ilustrasi sholat sunnah hajat. Foto: dok. https://unsplash.com/

Tuntunan sholat sunnah hajat tersebut juga dipaparkan dalam buku Menjemput Berkah Lewat: Shalat Hajat yang disusun oleh Abu Khansa Al-Harits (2009:60) yang menyebutkan bahwa sholat hajat dapat dilakukan kapan saja. Akan tetapi, waktu yang terbaik untuk melaksanakan shalat sunnah ini adalah pada sepertiga malam yang akhir sebagai bagian dari sholat malam. Setelah menunaikan sholat hajat, kita dianjurkan untuk membaca doa khusus.

Berikut ini adalah doa setelah sholat hajat dan artinya:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ .اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَّالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَّالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لَاتَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil'arsyil-'adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin. As'aluka muujibaati rahmatika wa 'azaa'ima magfiratika wal -'ismata min kulli dzambiw wal-ganiimata min kulli birriw was-salaamata min kulli istmin, laa tada' lii dzamban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridan illaa qadaitahaa yaa arhamar-raahimiin.

Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha Suci Allah Tuhan yang memiliki Arsy yang besar. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan terpelihara dari semua dosa yang menjarah setiap kebaikan dan selamat dari semua dosa. Janganlah Engkau tinggalkan suatu dosa pun bagiku, melainkan Engkau mengampuninya, dan tidak pula kesusahan melainkan Engkau berikan penawar kepadanya dan tidak pula suatu keperluan yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau memastikan buatku, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang." (H.R Tirmidzi 479)

Dengan memahami bagaimana tuntunan shalat sunnah hajat dan juga keutamaannya dapat memotivasi Anda untuk memperbanyak sholat hajat di sela-sela kita menunaikan ibadah wajib yang kita gunakan sehari-hari. Semoga kita dapat selalu istiqomah untuk menunaikan ibadah sunnah dalam keseharian. (DAP)