Konten dari Pengguna

Ucapan Belasungkawa Bahasa Arab untuk Keluarga Jenazah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi wanita yang menenangkan temannya yang ditinggal mati anggota keluarga. Sumber: www.freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita yang menenangkan temannya yang ditinggal mati anggota keluarga. Sumber: www.freepik.com

Kematian adalah takdir dari Allah SWT. Semua manusia pasti akan mengalami kematian dan tidak bisa menghindarinya.

Ketika mendengar kerabat meninggal dunia, hal yang pertama kali diucapkan adalah ucapan belasungkawa. Ucapan belasungkawa kepada keluraga jenazah merupakan bentuk kesedihan mendalam atas meninggalnya seorang kerabat. Selain itu juga menghibur keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa tabah dan sabar dalam menerima takdir Allah.

Terdapat berbagai ucapan belasungkawa kepada keluarga jenazah. Namun sebagai umat Islam ada baiknya berbela sungkawa dengan bahasa Arab.

Ucapan Belasungkawa Bahasa Arab

Mengutip buku Biarkan Tuhan Menghiburmu karya Syahid Tsani (2006: 182), belasungkawa adalah menghibur dan menganjurkan agar bersabar atas berbagai musibah dengan cara menyerahkan permasalahan kepada Allah SWT, mengaitkan musibah dengan hikmah-Nya, dan mengaitkan janji Allah terhadap kesabaran sambil mendoakan mayit.

Ketika melayat sekalian dengan mengucapkan belasungkawa, ada baiknya untuk mengikuti proses jenazah, sebab mengikuti proses jenazah memiliki banyak kebaikan. Sebagaimana yang dikatakan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang menghadiri prosesi jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menghadiri prosesi jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari, no. 1325 dan Muslim, no. 945)

Ilustrasi wanita menenangkan temannya. Sumber: www.freepik.com

Adapun ucapan belasungkawa dalam bahasa Arab ternukil dalam Surat Al Baqarah ayat 156 yang artiny,

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun."

Tulisan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun yakni:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya, “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali.”

Selain dengan mengucapkan belasungkawa, ketika berziarah dianjurkan untuk membaca doa kepada keluarga agar senantiasa bersabar dan tabah, yakni:

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Inna lillaahi maa akhodza, wa lahu maa a’thoo wa kullu syai-in ‘indahu bi-ajalin musamman, faltashbir wal tahtasib

Artinya, “Sesungguhnya adalah hak Allah untuk mengambil dan memberikan sesuatu, segala sesuatu di sisi-Nya ada batas waktu yang telah ditentukan, oleh karena itu bersabarlah dan berharaplah pahala dari Allah (dengan sebab musibah itu).” (HR. Al-Bukhari no. 1284 dan Muslim no. 923)

Itulah penjelasan tentang ucapan belasungkawa bahasa Arab. Semoga informasi di atas bermanfaat. (MZM)