Ulasan Lengkap Kalender Jawa Weton, Yuk Pelajari Sejarahnya!

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalender Jawa weton, tradisi yang masih eksis sampai saat ini. Orang yang berasal dari daerah Jawa, banyak yang masih mempercayai sistem weton untuk menentukan baik buruknya suatu hari atau tanggal.
Weton sendiri, memiliki arti tanggal lahir seseorang yang memiliki pasangan. Pasangan ini bukan berarti jodoh ya, di sini, pasangan berarti tanggalan Jawa seperti Legi, Pahing, Pon, Wage dan Kliwon.
Weton juga dikenal dengan sebutan sistem penanggalan Jawa, yang mana, tanggalan Jawa ini sudah ada sejak peninggalan kerajaan-kerajaan zaman dahulu. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan mengenai asal usul kalender Jawa weton yang dilansir melalui beberapa sumber.
Tahukah kalian, bahwa tanggalan Jawa ini sebenarnya berasal dari kesultanan Mataram lho. Tidak hanya itu, beberapa kerajaan lain pun menggunakan tanggalan Jawa yang sama dengan kesultanan Mataram.
Hal ini karena kerajaan-kerajaan tersebut, mendapatkan pengaruh dari kerajaan Mataram pada saat melebarkan kekuasaannya. Jadi tidak heran, jika sistem penanggalan yang dipakai juga sama.
Kalender Jawa Weton, Perpaduan Sistem Islam dan Hindu
Kalender Jawa weton ternyata memiliki perpaduan antara sistem penanggalan Islam dan Hindu lho. Pada waktu penjajahan VOC dulu, Kerajaan Mataram Islam dipimpin oleh Sultan Agung Hanyakra Kusuma mendapatkan perlawanan dan tekanan dari para penjajah.
Sultan Agung Hanyakra Kusuma, mencari cara agar para penduduk tidak terpecah belah, dan tetap mempercayai kerajaan Mataram. Maka dari itu, terciptalah akulturasi dari tiga unsur budaya yang ada pada saat itu.
Ketiga budaya ini, terdiri dari Jawa, Hindhu, dan Islam. Ketiganya disimboliskan pada bentuk perubahan Penanggalan Jawa, yang sekarang dikenal dengan istilah weton. Namun, tidak semudah ini mempersatukan ketiga budaya ini.
Terdapat beberapa perbedaan, salah satunya peredaran dasar untuk menentukan waktu. Jawa dan Hindu memakai sistem peredaran matahari, sedangkan Islam memakai sistem peredaran bulan atau Hijriah.
Karena perbedaan itulah, terciptanya istilah tahun ABOGE (tahun Alip, tanggal 1 Suro jatuh hari Rebo Wage), dan tahun ASAPON yang artinya, tahun Alip, tanggal 1 Suro jatuh hari Seloso Pon.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda ya.
(Linda Fahira Putri)
