Ulasan Mengenai Ikan Tapah Terbesar dari Sumut

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa waktu lalu viral di media sosial tentang ikan Tapah terbesar yang berhasil ditangkap di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Ikan Tapah dengan berat 65 kilogram ini dijual dengan harga Rp 700.000 setelah fotonya banyak beredar di internet. Simak ulasan mengenai ikan Tapah terbesar yang berhasil ditangkap di Sumut dalam artikel berikut.
Ikan Tapah atau biasa disebut ikan Wallago adalah jenis ikan air tawar yang hidup di sungai. Ikan Tapah banyak ditemukan di Sumatera dan Kalimantan yang memiliki banyak perairan sungai berarus deras. Seperti yang diambil dari buku Upacara Tradisional Daerah Jambi (1985:12),
"Dalam sungai Batang Hari, hidup berjenis-jenis ikan yang mendatangkan keuntungan kepada penduduk. Ikan yang terkenal enak adalah ikan Patin, dan ikan Kelemak. Ikan terbesar bernama Tapah".
Ikan Tapah Terbesar dari Sumut
Nama Tapah sendiri berasal dari dialek atau bahasa Melayu yang artinya "jangan khawatir". Berikut adalah ulasan mengenai ikan Tapah terbesar yang berhasil ditangkap di Sumut,
Memiliki ukuran tubuh yang besar.
Dengan berat 65 kilo dan panjang hingga 5 meter, Ikan Tapah merupakan ikan terbesar dibandingkan dengan jenis ikan tawar lainnya.
Mulutnya berbentuk moncong dan memiliki kumis.
Ikan Tapah memiliki mulut berbentuk moncong mirip dengan ikan Arwana. Bedanya, ikan Tapah memiliki misai atau kumis pada mulutnya. Dengan gigi tajam dan moncong inilah, ikan Tapah dapat melumat mangsanya dengan cepat.
Memiliki warna hitam pekat.
Jenis ikan Tapah yang hidup di Indonesia umumnya berwarna hitam gelap dan pekat. Oleh karena itu sulit dilihat dalam kondisi sungai yang dalam dan berair keruh. Warna hitam pada tubuhnya termasuk dalam ciri ikan dengan jenis predator ganas.
Termasuk jenis ikan karnivora.
Ikan Tapah merupakan ikan jenis karnivora atau pemakan daging, yang dibuktikan dari ketajaman gigi yang dimilikinya. Ikan Tapah lebih sering berburu makanan di dasar sungai dengan mangsa berupa ikan tawar, udang, lokan, dan lainnya.
Dengan penangkapan ikan Tapah terbesar di Sumut, diharapkan masyarakat tergerak untuk melestarikan lingkungan sungai agar dapat mempertahankan ekosistem di dalamnya.(DK)
