Ulasan Mengenai Keunikan Gerakan Tangan pada Tari Jawa

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seni Tari nusantara memiliki kekhasan dan karakter yang berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia. Hal ini tak terkecuali dalam Seni Tari Jawa. Bagaimana keunikan gerakan tangan pada tari Jawa? Berita Terkini mengulasnya dalam artikel berikut.
Mengutip buku Mengenal Seni Tari Indonesia karya Muryanto (1:2019), tari adalah unsur kebudayaan yang tidak dapat lepas dalam kehidupan masyarakat, sebab merupakan satu kesatuan yang utuh di dalamnya.
Tari adalah perwujudan suatu bentuk karya seni yang konkret serta memerlikan proses panjang untuk mempelajari dan memahaminya.
Gerakan Tangan Tari Jawa
Jabarkan mengenai keunikan gerakan tangan pada tari Jawa! Ini ulasan berdasarkan pelajaran seni dan budaya.
Gerakan tangan pada tari Jawa dikenal dengan gerakan-gerakan yang halus, teratur, tenang dan lemah gemulai dan gerakan tangan yang lentik serta pandangan mata yang memiliki karakteristik khusus.
Ciri khas gerakan tari Jawa
Dalam gerakan dasar pada seni tari Jawa terdapat srisig, sabetan, hoyog, lumaksana, kengser, seblak sampur, ulap-ulap. Geraknya yang lembut menjadi ciri khas gerak tari Jawa. Misalnya ialah tari Jaipong dari Jawa Barat, yang berkembang di kalangan masyarakat atau rakyat mempunyai gerak dasar yaitu adeg-adeg, cindek, tumpang tali, keupat tumpang siku, incid diding.
Berikut ciri khas yang identik pada gerakan tari Jawa:
Menggunakan gerakan leher dan kepala membentuk angka delapan.
Sifat tariannya terkesan lemah lembut dan mengalir (banyu mili).
Terdapat adanya perbedaan karakter yang jelas pada tampilan tari (gagah, alus, putri, buto).
Setiap gerakan memiliki makna yang khas dan baku.
Selain itu diketahui, gerakan pada tari Jawa biasanya terarah pada gerakan yang tumbuh dan berkembang di keraton atau istana. Setiap gerakan tari Jawa yang berkembang di keraton memiliki baturan, makna, serta fisolosofi khusus.
Contoh jenis tari Jawa
Adapun jenis tari Jawa yang perlu diketahui ialah sebagai berikut:
Jawa Barat: tari jaipong, tari topeng, tari sintren dan tari merak.
Jawa Tengah: tari gambyong, tari bhedaya, tari golek, tari serimpi, tari bondan, tari beksan wireng, tari gambir anom, tari lengger dan tari dolalak.
Jawa Timur: tari reog ponorogo, tari gandrung, tari tengul, tari jaranan buto dan tari topeng malangan.
Demikian ulasan tentang gerak tangan tari Jawa. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat. (ANG)
