Ulasan Mengenai Kuliner Khas Desa Penglipuran Bali

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa wisata yang terkenal di Pulau Dewata. Jelaskan mengenai kuliner khas Desa Penglipuran Bali! Berikut adalah ulasannya yang menarik untuk disimak.
Desa Penglipuran terletak di wilayah kabupaten Bangli yang banyak menuai prestasi. Diambil dari buku Kesadaran Runtuh Teknologi Bergemuruh yang disusun oleh Muhammad Ilham (2022:6), pada tahun 2006, Desa Penglipuran dinobatkan sebagai desa terbersih ke-3 di dunia. Desa Penglipuran juga menjadi desa pertama di Indonesia yang menjadi percontohan desa wisata, dan merupakan satu dari tiga desa adat penghuni asli di Bali.
Baca juga: 6 Desa Wisata di Bali yang Terkenal.
Kuliner Khas Desa Penglipuran Bali
Selain prestasi yang dimiliki, Desa Penglipuran juga memiliki berbagai hal yang menarik. Salah satunya terdapat hutan bambu dengan luas mencapai 45 hektare atau sekitar 40% dari keseluruhan desa. Hutan tersebut disebut sebagai hutan pelindung desa karena berfungsi sebagai kawasan resapan air.
Hal unik lainnya adalah aneka hidangan yang berasal dari Desa Penglipuran. Berikut adalah kuliner khas Desa Penglipuran yang akan membuat Anda tergoda untuk mencicipi.
Loloh Cencem
Loloh cencem merupakan minuman khas yang terbuat dari daun kloncing atau daun cemcem. Minuman ini berkhasiat untuk melancarkan pencernaan. Loloh cencem diproses secara tradisional, tanpa menggunakan bahan pengawet atau pemanis buatan.
2. Tipat Cantok
Tipat cantok adalah makanan sejenis ketupat dan sayuran rebus, yang kemudian disajikan dengan bumbu kacang.
3. Klepon Ketela Ungu
Yang menjadikannya unik adalah warna ungu yang berasal dari ketela atau ubi ungu. Penganan ini berbentuk bulat dengan porsi one bite size, yang diisi dengan gula merah dan taburan kelapa sebagai topping.
1. Mujair Nyat-Nyat
Hidangan ini berbahan dasar ikan mujair atau ikan nila yang digoreng setengah kering dan dibumbui dengan basa genep. Basa genep merupakan bumbu khas Bali yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, kencur, lengkuas, dan kemiri. Mujair Nyat-Nyat biasanya disantap dengan plecing kangkung dan sambal matah untuk melengkapi kelezatannya.
2. Suwweg
Suwweg atau sueg adalah jenis makanan ringan yang terbuat dari tanaman porang atau talas. Setelah talas dipotong dan dibersihkan, lalu dimasak dengan cara dikukus hingga matang. Suwweg umumnya dihidangkan dengan taburan kelapa muda parut.
Demikian ulasan mengenai kuliner khas Desa Penglipuran. Artikel ini dapat dijadikan sebagai panduan wisata kuliner untuk kunjungan Anda ke Bali berikutnya.(DK)
