Ulasan Singkat Tentang Makna Denotasi dan Konotasi dalam Ilmu Bahasa

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan istilah denotasi dan konotasi biasanya diterapkan dalam filsafat, linguistik, semiotika dan gaya bahasa lainnya. Tujuannya adalah untuk menunjukkan sejumlah perbedaan yang beragam terkait makna. Namun, sebenarnya apa makna denotasi dan konotasi dalam ilmu bahasa?
Mengutip dari buku Studies of the Principles of Relative Frequency in Language, George Kingsley Zipf, 1932, istilah tersebut digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang tidak didefinisikan tetapi lebih kurang setara dengan makna esensial, primer, umum atau biasa. Zipf menggunakan istilah kata dan makna denotasi sebagai makna primer atau makna tunggal dan kata konotasi untuk makna sekunder atau metafora dalam bentuk jamak.
Pengertian dan Makna Denotasi dan Konotasi
Makna Denotasi
Makna denotasi adalah arti dari sesuatu (kata) secara harafiah atau makna sebenarnya dari suatu kata. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif.
Denotasi juga dikenal sebagai makna kognitif, mengacu pada hubungan langsung antara suatu istilah dan objek, ide atau tindakan yang ditunjuknya. Umumnya, makna denotasi sesuai dengan yang terdapat dalam kamus atau literatur lain. Tidak ada unsur makna lain atau makna tersembunyi yang terkandung di dalam denotasi.
Ciri-ciri denotasi adalah:
Makna kata sesuai apa adanya
Makna kata sesuai hasil observasi
Menunjukkan langsung pada makna acuan dasarnya.
Makna Konotasi
Menurut KBBI, arti dan makna konotasi adalah kata yang mempunyai makna lain di baliknya atau sesuatu makna yang berkaitan dengan sebuah kata.
Konotasi diartikan sebagai makna yang ditambahkan pada makna denotasi atau yang menyertai suatu kata di samping makna literal atau primernya. Konotasi diyakini sebagai makna afektif, yang lebih mengacu pada aspek emosi dan asosiasi suatu istilah.
Ciri-ciri konotasi adalah:
Makna tidak sebenarnya.
Makna tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.
Makna tambahan berupa nilai rasa.
Demikian ulasan singkat mengenai makna denotasi dan konotasi serta ciri-ciri yang membedakan keduanya. (DNR)
