Ulasan tentang Kesamaan Program dan Tujuan 7 Kabinet Masa Demokrasi Liberal

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kamu tahu apa kesamaan program dan tujuan 7 kabinet di Indonesia? Saat di sekolah, kamu akan mempelajari beragam sejarah di Indonesia. Salah satu yang akan dipelajari adalah tentang tujuh kabinet pada masa demokrasi liberal.
Apa saja kabinet di Indonesia pada masa demokrasi liberal? Apa saja persamaan dan tujuan adanya kabinet-kabinet tersebut? Artikel ini akan merangkum materi tersebut dengan singkat dan sederhana. Baca terus ulasannya di bawah ini ya!
Baca juga: Melihat Kelebihan dan Kekurangan Demokrasi Liberal
Tujuh Kabinet di Indonesia Pada Masa Demokrasi Liberal
Sebelum mengulas kabinet-kabinet yang ada di Indonesia pada masa demokrasi liberal, apakah kamu tahu arti dari kabinet? Mengutip buku dengan judul UUD 1945 & Amandemen karya Tim Smart Genesis (2016 : 125), kabinet adalah dewan pemerintahan yang terdiri dari para menteri dan dipimpin oleh presiden atau perdana menteri.
Setelah Indonesia merdeka dan dipimpin oleh Presiden Soekarno, pemerintahan menggunakan konstitusi UUDS Republik Indonesia 1950. Pada periode ini, terbentuk tujuh kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri yang berbeda. Ini tujuh kabinet pada masa demokrasi liberal.
1. Kabinet Natsir
Kabinet ini dipimpin oleh Mohammad Natsir dari tanggal 6 September 1950 hingga 27 April 1951. Selama kabinet ini beroperasi, terdapat tujuh program kerja, seperti:
Mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilihan umum untuk Dewan konstituante.
Membantu pembangunan perumahan rakyat
Menyempurnakan organisasi angkatan perang dan pemulihan anggota tentara dan gerilya
2. Kabinet Sukiman-Suwiryo
Kabinet kedua diketuai oleh Sukiman dan Suwiryo mulai tanggal 27 April 1951 hingga 3 April 1952. Berikut program kerjanya.
Membuat serta merencanakan rencana kemakmuran sosial dalam jangka yang pendek.
Menyiapkan UU tentang pengakuan serikat buruh dan perjanjian kerja sama.
Menjalankan politik luar negeri bebas aktif untuk perdamaian.
3. Kabinet Wilopo
Kabinet ini dibentuk setelah RIS atau Republik Indonesia Serikat dibubarkan. Kabinet Wilopo mulai dilaksanakan tanggal 3 April 1952 hingga 3 Juni 1953.
Program kerja pada kabinet ini di antaranya adalah organisasi kerja, kemakmuran, keamanan, perburuhan, luar negeri dan pendidikan serta pengajaran.
Selain tiga kabinet di atas, pada masa itu terdapat kabinet Ali Sastroamijoyo I, kabinet Burhanuddin Harahap, kabinet Ali Sastroamijoyo II, dan kabinet Djuanda.
Kesamaan Program dan Tujuan 7 Kabinet Masa Demokrasi Liberal
Lantas apa kesamaan program dan tujuan 7 kabinet pada masa tersebut? Terdapat setidaknya lima kesamaan antara program dan tujuan tujuh kabinet pada masa demokrasi liberal. Ini kesamaan dan tujuannya yang wajib diketahui.
Memperjuangkan penyelesaian masalah di wilayah Irian Barat
Menyempurnakan organisasi Angkatan Perang
Menggiatkan usaha ketentraman dan keamanan di Indonesia
Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan pemerintahan NKRI
Demikian kesamaan program dan tujuan 7 kabinet pada masa demokrasi liberal. Semoga artikel ini dapat menambah wawasanmu seputar sejarah Indonesia. (FAR)
