Ulasan tentang Perbedaan Kompetensi Absolut dan Relatif pada Lembaga Peradilan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sesuai dengan namanya, pengertian lembaga peradilan adalah badan atau organ yang melaksanakan peradilan sesuai hukum yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, lembaga peradilan pastinya memiliki tugas untuk menjalankan peradilan dengan seadil-adilnya. Sekarang, coba kamu jelaskan perbedaan antara kompetensi absolut dan kompetensi relatif dari suatu lembaga peradilan! Ini ulasan singkatnya!
Perbedaan antara Kompetensi Absolut dan Kompetensi Relatif sesuai Hukum
Jika kamu diminta untuk jelaskan perbedaan antara kompetensi absolut dan kompetensi relatif dalam suatu lembaga peradilan, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memastikan bahwa kamu sudah menguasai betul mengenai materi ini.
Seperti tadi sudah disebutkan, yang dimaksud dengan lembaga peradilan adalah badan atau organ yang melaksanakan peradilan. Sedangkan, pengertian peradilan adalah segala sesuatu atau sebuah proses yang dijalankan di pengadilan.
Hal-hal itu umumnya berhubungan erat dengan tugas memeriksa, memutus dan mengadili perkara dengan menerapkan hukum dan/atau menemukan hukum “in concreto” (hakim menerapkan peraturan hukum kepada hal-hal yang nyata yang dihadapkan kepadanya untuk diadili dan diputus).
Contoh Lembaga Peradilan di Indonesia
Mahkamah Agung atau MA
Mahkamah Konstitusi atau MK
Komisi Yudisial atau KY
Pengadilan Negeri
Pengadilan Tinggi
Peradilan Agama
Peradilan Militer
Lembaga Peradilan Militer Tinggi
Lembaga Peradilan Tata Usaha Negara
Lembaga Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara
Perbedaan Kompetensi Absolut dan Kompetensi Relatif dari Lembaga Peradilan
Mengutip dari buku Tata Cara Menghadapi Gugatan, Badriyah Harun, S.H., Pustaka Yustisia, kompetensi adalah kewenangan peradilan untuk memeriksa perkara. Pada dasarnya, dalam lembaga peradilan, kompetensi absolut dan kompetensi relatif sama pentingnya. Namun, jika diminta untuk memberikan ulasan mengenai perbedaannya, berikut jawabannya.
Kompetensi Absolut
Kompetensi absolut merupakan bentuk kompetensi yang berhubungan dengan daerah hukum atau daerah tugas sebuah badan peradilan. Misalnya, pengadilan negeri yang daerah hukumnya hanya meliputi sekabupaten atau sekota. Wewenang untuk menyidangkan persoalan hukum pun hanya ada dan berlaku di daerah tersebut.
Kompetensi Relatif
Kompetensi relatif merupakan kompetensi yang berhubungan dengan tugas serta wewenangnya untuk mengadili sebuah permasalahan. Contohnya, persoalan perceraian untuk warga negara yang beragama Islam. Dalam hal ini yang mempunyai wewenang untuk menyelesaikan persoalan tersebut adalah peradilan agama.
Sekarang jika kamu diminta untuk jelaskan perbedaan antara kompetensi absolut dan kompetensi relatif dari lembaga peradilan, diharapkan kamu sudah bisa menjawab dengan tepat berdasarkan ulasan ini. (DNR)
