Ulasan tentang Perkembangan Menurut Konsep Waktu dalam Sejarah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah memiliki kaitan erat dengan waktu. Sejarah merupakan ilmu yang mampu menjelaskan peristiwa penting dalam masa lampau.
Bahkan, sejarah dapat menjelaskan terjadinya perkembangan dari masa ke masa. Oleh sebab itu, pada ulasan kali ini, kita akan menyimak informasi mengenai perkembangan menurut konsep waktu dalam sejarah.
Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini. Kita mulai dengan mengenal konsep waktu.
Perkembangan Menurut Konsep Waktu dalam Sejarah
Konsep waktu memiliki dua makna. Makna pertama merupakan makna denotatif atau makna sebenarnya, yakni waktu dalam arti satu kesatuan dari detik, menit, jam, hari, dan seterusnya.
Makna yang kedua adalah makna konotatif atau makna tidak sebenarnya. Makna konotatif dari waktu dapat diartikan sebagai konsep. Misalnya, rangkaian ketika proses, tempo, atau saat tertentu.
Hal tersebut turut menjelaskan bahwa waktu dalam arti konotatif tidak terbatas pada ruang atau peristiwa. Konsep waktu memang memiliki makna luas. Namun, mari kita sederhanakan konsep waktu dalam sejarah dengan memahami bahwa konsep waktu dalam sejarah merupakan kapan baik itu hari bulan, tahun, maupun abad terjadinya peristiwa yang dilakukan oleh manusia sebagai subjeknya.
Windriati (2021: 25 – 26) dalam bukunya yang berjudul Buku Siswa Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X mengungkapkan bahwa keterkaitan antara waktu dengan peristiwa sejarah meliputi empat hal, yaitu:
Perkembangan. Perkembangan masyarakat terjadi jika berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Biasanya, masyarakat akan berkembang dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks.
Kesinambungan. Kesinambungan terjadi jika suatu masyarakat baru hanya melakukan adopsi terhadap lembaga-lembaga lama. Dikatakan bahwa pada mulanya kolonialisme adalah kelanjutan dari patriotism. Demikianlah, kebijakan kolonialisme hanya mengadopsi kebiasaan lama.
Pengulangan. Pengulangan terjadi jika peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau terjadi lagi di masa selanjutnya.
Perubahan. Perubahan terjadi jika masyarakat mengalami pergeseran, sama dengan perkembangan. Namun, asumsinya adalah adanya perkembangan besar-besaran dalam waktu yang relatif singkat.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa perkembangan menurut konsep waktu dalam sejarah adalah sesuatu yang terus bergerak dan menghasilkan peristiwa yang saling berkait. Wujudnya adalah adanya pergerakan masyarakat dari satu bentuk ke bentuk lainnya. (AA)
