Ulasan tentang Soko Guru Demokrasi menurut Alamudi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai warga negara Indonesia, pasti kita sudah tidak awam dengan demokrasi. Ya, demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang dianut oleh Indonesia. Demokrasi sendiri berarti semua warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama untuk mengambil keputusan.
Dalam pelaksanaannya, demokrasi membutuhkan soko guru yang menjadi indikator bagaimana demokrasi ingin dijalankan. Ada berbagai pendapat tentang soko guru demokrasi, salah satunya menurut Alamudi.
Dalam soko guru demokrasi menurut Alamudi yaitu kedaulatan rakyat dan lain-lain. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Baca juga: Penjelasan Tentang Soko Guru Demokrasi Universal
Soko Guru Demokrasi menurut Alamudi
Berdasarkan buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi oleh Dr. Laros Tuhuteru, S. Pd., M. Pd., (2022:55), menurut Alamudi (1991) bahwa dalam Negara yang demokratis warganya bebas mengambil keputusan melalui kekuasaan mayoritas, namun tidak benar bahwa kekuasaan mayoritas itu selalu demokratis.
Masih di halaman yang sama dijelaskan bahwa suatu Negara dapat dikatakan demokratis apabila kekuasaan mayoritas digandengkan dengan jaminan atas hak asasi manusia. Kelompok mayoritas dapat melindungi kelompok minoritas, hak-hak minoritas tidak dapat dihapuskan oleh suara mayoritas.
Berangkat dari pernyataan tersebut, didapatkan soko guru demokrasi menurut Alamudi, yakni:
Kedaulatan rakyat
Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah
Kekuasaan mayoritas
Hak-hak minoritas
Jaminan hak asasi manusia
Pemilihan yang bebas dan jujur
Persamaan di depan hukum
Proses hukum yang wajar
Pembatasan pemerintah secara konstitusional
Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik
Nilai-nilai toleransi, pragmatisme, kerjasama, dan mufakat
Penerapan Soko Guru Demokrasi
Selain soko guru demokrasi menurut Alamudi, masih ada soko guru demokrasi atau prinsip demokrasi lain dari pendapat yang berbeda seperti yang sudah disebutkan di atas. Namun pada dasarnya, mereka mempunyai fokus yang sama yaitu rakyat.
Benar, dalam pelaksanaan demokrasi memang sudah seharusnya rakyat yang menjadi fokus utama. Rakyat di sini bukan berarti hanya kelompok mayoritas atau kelompok tertentu saja, namun semua kelompok termasuk kelompok minoritas seperti yang sudah disampaikan oleh Alamudi.
Demikian ulasan mengenai soko guru demokrasi menurut Alamudi. Semoga bisa menambah pengetahuan Anda mengenai demokrasi. (LOV)
