Ulasan tentang Walzenbeil, Kapak Lonjong Berukuran Besar di Zaman Purbakala

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan zaman prasejarah yang paling penting dalam kehidupan umat manusia adalah pada zaman neolitikum. Zaman neolitikum juga biasa disebut dengan zaman batu muda. Pada zaman ini, terjadi revolusi kebudayaan yang diantaranya adalah berubahnya pola hidup manusia karena manusia purba jenis Homo Sapiens sudah mulai mengenal bercocok tanam serta beternak.
Salah satu hasil kebudayaan dan peninggalan masyarakat pada zaman neolitikum adalah kapak lonjong. Kapak lonjong dinamakan demikian karena bentuknya adalah lonjong dan terbuat dari batu yang dibuat sedemikian rupa. Kapak lonjong berukuran besar disebut Walzenbeil.
Kapak Lonjong Berukuran Besar di Zaman Purbakala
Apa yang disebut dengan kapak lonjong? Mengutip buku dengan judul Sejarah: Untuk Kelas 1 SMA karya Mustopo (2005:91) kapak lonjong adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong atau bulat telur.
Terdapat dua jenis kapak lonjong. Kapak lonjong dengan ukuran besar dinamakan walzenbeil, sementara kapak lonjong dengan ukuran yang lebih kecil disebut sebagai keinbeil.
Tak hanya itu, ternyata terdapat kapak lonjong yang dibuat menjadi lebih indah. Biasanya kapak yang dibuat lebih indah digunakan sebagai alat upacara. Kapak lonjong ditemukan di beberapa daerah di Indonesia seperti di Sulawesi, Flores, Maluku, Papua, Sangihe-Talaud, Tanibar, dan juga Leti.
Pada zaman tersebut, manusia purbakala sudah memiliki pengetahuan mengenai kualitas bebatuan. Oleh karena itu, biasanya kapak lonjong menggunakan jenis batuan tertentu seperti silicified stones atau batuan kersikan seperti gampng kersikan, kalsedon, maupun tufa kersikan.
Batu tersebut digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kapak lonjong karena keras dan memiliki sifat yang retas. Maksudnya adalah pecahan batu ini cenderung tipis dan tajam.
Berikut ciri-ciri kapak lonjong pada zaman neolitikum.
Ciri khas dari kapak jenis ini adalah memiliki penampang berbentuk lonjong.
Biasanya terbuat dari batu kali berwarna hitam
Kapak lonjong juga dapat dibuat menggunakan batu jenis nefrit yang berwarna hijau tua
Kapak lonjong dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan ukuran
Kapak lonjong besar atau walzenbeil biasanya digunakan untuk alat bercocok tanam
Sementara kapak lonjong kecil biasanya dijadikan pusaka yang memiliki unsur mistis. Jenis kapak ini tifak digunakan sebagai alat perkakas.
Kapak lonjong berukuran besar adalah walzenbeil sementara kapak lonjong kecil disebut kleinbeil. Ternyata, manusia purbakala sudah mengenal berbagai alat yang dapat membantu kehidupan sehari-hari. (FAR)
