Konten dari Pengguna

Ulasan tentang Zaman Nirleka menurut Ilmu Arkeologi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ulasan tentang Zaman Nirleka menurut Ilmu Arkeologi (Foto: K Mitch Hodge | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ulasan tentang Zaman Nirleka menurut Ilmu Arkeologi (Foto: K Mitch Hodge | Unsplash.com)

Apa kalian tahu zaman prasejarah atau praaksara disebut juga zaman nirleka? Mungkin zaman nirleka terdengar asing bagi sebagian orang. Nirleka sendiri artinya adalah tanpa tulisan. Jadi, zaman nirleka adalah masa saat catatan sejarah tertulis belum ada. Sulit juga ya membayangkan bagaimana kehidupan saat belum ada tulisan. Kalian bisa simak pengertian dan pembagian zaman nirleka berdasarkan ilmu arkeologi berikut ini.

Zaman Nirleka menurut Ilmu Arkeologi

Ilustrasi Zaman Nirleka menurut Ilmu Arkeologi (Foto: Andreas Brunn | Unsplash.com)

Dikutip dari Arkeologi Islam Nusantara oleh Tjandrasasmita (2009:318), arkeologi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda yang disebut artefak dan feature guna menyusun kembali sejarah kehidupan manusia masa lampau.

Zaman praaksara atau zaman nirleka dibagi menjadi 2 zaman yaitu zaman batu dan zaman logam. Berikut penjelasannya:

Zaman Batu

  • Zaman Paleolitikum (Zaman Batu Tua). Zaman ini berlangsung pada 50.000 – 10.000 SM. Pada masa itu manusia masih menggunakan alat batu sederhana. Pada zaman ini manusia hanya mengenal berburu hewan dan mengumpulkan buah juga umbi. Mereka belum mengenal konsep memasak dan bercocok tanam, namun sudah mengenal api. Berdasarkan fosil yang sudah ditemukan, manusia purba yang hidup di zaman paleolitikum adalah Pithecanthropus Erectus, Meganthropus Paleojavanicus, Homo Erectus, Homo Soliensis, Homo Wajakensis, dan Homo Floresiensis.

  • Zaman Mesolitikum (Zaman Batu Tengah). Di zaman ini manusia mulai tinggal menetap di gua. Manusia juga sudah mengenal konsep memasak di masa ini. Hasil budaya yang ditemukan pada zaman mesolitlikum adalah kjokkenmoddinger yang berarti sampah dapur berupa tumpukan kulit kerang dan Abris Sous Roche yang merupakan gua pada tebing pantai.

  • Zaman Neolitikum (Zaman Batu Muda). Manusia di zaman ini sudah mulai menetap dan mengenal konsep bercocok tanam, tetapi mereka juga masih berburu. Jenis manusia yang hidup di masa ini adalah Homo Sapiens. Hasil budaya yang ditemukan di zaman ini adalah kapak lonjong, kapak persegi, mata panah dan mata tombak, perhiasan, dan tembikar.

  • Zaman Megalitikum (Zaman Batu Besar). Manusia sudah bisa membuat bangunan dari batu besar. Mereka juga membuat berbagai bangunan untuk berbagai kepentingan. Hasil kebudayaannya adalah menhir, punden berundak, dolmen, sarkofagus, arca batu, dan kubur batu.

Zaman Logam

  • Zaman Tembaga. Di zaman inilah manusia pertama kali mengenal logam. Manusia menggunakan tembaga sabagai bahan untuk membuat berbagai peralatan.

  • Zaman Perunggu. Pada zaman ini manusia sudah membuat berbagai peralatan menggunakan perunggu. Peninggalan zaman perunggu di Indonesia adalah candrasa, kapak corong, nekara, moko, bejana perunggu, arca perunggu, dan perhiasan.

  • Zaman Besi. Pada masa ini manusia sudah lebih maju karena mampu eleburkan bijih besi dan membuat berbagai alat dari besi. Hasil peninggalan zaman nirleka zaman besi yang ditemukan di Indonesia yaitu mata kapak, mata sabit, mata pisau, mata pedang, dan cangkul.

Demikian penjelasan mengenai zaman prasejarah atau praaksara disebut juga zaman nirleka menurut ilmu Arkeologi. (KRIS)