Konten dari Pengguna

Unsur Seni Rupa Berupa Gabungan Titik-Titik yang Bersambung

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi unsur fisik seni rupa yang merupakan gabungan titik-titik yang bersambung. Foto: Unsplash/Goashape
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi unsur fisik seni rupa yang merupakan gabungan titik-titik yang bersambung. Foto: Unsplash/Goashape

Terdapat banyak unsur yang membangun dalam sebuah karya seni rupa. Salah satunya adalah unsur fisik seni rupa yang merupakan gabungan banyak titik. Titik-titik yang tersambung itu disebut garis.

Meskipun terkesan sepele, ternyata titik-titik yang digabung dapat menciptakan gambar dengan nilai seni yang tinggi. Selain itu, adanya garis menjadi dasar untuk membuat karya seni rupa.

Unsur Fisik Seni Rupa Gabungan Titik-Titik yang Bersambung

Ilustrasi unsur fisik seni rupa yang merupakan gabungan titik-titik yang bersambung. Foto: Unsplash/Diogo Nunes

Seni rupa adalah gagasan atau perasaan manusia yang diwujudkan melalui media dan penataan elemen seni. Singkatnya, seni rupa adalah realisasi dari sebuah imajinasi tanpa batas.

Seperti karya seni lainnya, karya seni rupa memiliki unsur-unsur yang membentuknya, baik dari unsur fisik maupun unsur nonfisik. Jika unsur fisik adalah unsur yang dilihat secara kasat mata, unsur nonfisik merupakan prinsip dalam menempatkan unsur-unsur fisik.

Dikutip dari buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa oleh Sofyan Salam, dkk (2020: 17), unsur-unsur fisik dalam seni rupa yakni:

a. Titik

Titik adalah suatu bentuk kecil yang tidak mempunyai dimensi. Raut titik yang paling umum berupa bundaran sederhana. Namun, titik bila dibesarkan memiliki raut dapat berupa bundaran, mampat, tak bersudut, bujur sangkar, segi tiga, lonjong, dan lainnya.

b. Garis

Garis adalah suatu hasil goresan nyata atau batas limit suatu benda, ruang, rangkaian massa, dan warna. Raut garis secara umum dapat dibedakan atas lurus, lengkung, dan bertekuk/patah.

Oleh karena garis mempunyai lebar, tubuhnya dibatasi oleh dua sisi, maka berdasarkan ukuran tubuhnya dapat pula dibedakan atas garis tebal dan garis tipis.

Garis sendiri memiliki karakter berdasarkan sifat atau keadaan tertentu berdasarkan pendekatan asosiatif.

1. Garis lurus, terdiri atas garis horizontal, garis vertikal, garis diagonal

Garis horizontal atau garis mendatar pada umumnya diibaratkan dengan permukaan air atau cakrawala yang datar. Selain itu, karena arahnya yang datar sering pula diasosiasikan dengan benda-benda yang berbaring, rebah terlentang, atau yang sedang istirahat.

Sedangkan garis vertikal atau garis tegak diasosiasikan dengan benda-benda yang berdiri tegak lurus seperti batang pohon, orang berdiri, tugu, gedung tinggi, dan lain-lain. Oleh karena itu, garis vertikal mengesankan keadaan tak bergerak, seimbang, statis, kaku, dan kuat.

Adapun garis diagonal atau garis miring ke kanan atau ke kiri sering diasosiasikan dengan benda-benda seperti pohon atau tiang yang hampir rebah, orang berlari, dan lain-lain yang mengesankan keadaan tidak seimbang dan menimbulkan gerakan akan jatuh.

2. Garis lengkung, dapat dibedakan atas garis lengkung tunggal dan garis lengkung majemuk

Garis lengkung tunggal dibedakan atas garis lengkung kubah, garis lengkung busur, dan garis lengkung mengapung. Garis lengkung diasosiasikan dengan keadaan mengapung, gumpalan asap atau awan, buih sabun, balon, dan semacamnya.

Garis lengkung ganda atau majemuk memiliki kesan lemah gemulai, sehingga biasa diasosiasikan dengan gerakan ombak atau gerakan sesuatu yang berkesan lincah atau dinamik.

Garis zig-zag pada dasarnya adalah garis lurus yang dibuat patah-patah hingga membentuk sudut runcing.

Dengan bentuknya yang demikian, garis zig-zag sering diasosiasikan dengan petir/kilat, letusan, retakan, atau situasi yang mengesankan tidak stabil, dinamis, atau berbahaya.

c. Bidang

Bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, hanya mempunyai dimensi pajang dan lebar (luas), mempunyai kedudukan dan arah serta dibatasi oleh garis, lazim disebut sebagai bentuk dua dimensi.

Raut bidang meliputi bidang geometri, organis, bersudut, gabungan, tak beraturan, dan kebetulan. Pada karya dua dimensi, bidang tidak hanya yang menampilkan bentuk/gambar (pictorial space) tetapi juga berupa bidang kosong atau latar dari bentuk/gambar (blank space).

d. Gempal/Volume

Gempal adalah bentuk yang mempunyai dimensi ketebalan atau kedalaman (volume) di samping panjang dan lebar, yang lazim disebut sebagai bentuk tiga dimensi. Gempal bisa padat dan bisa berongga.

Baca Juga: Penjelasan tentang 5 Jenis Elemen Seni Rupa dan Budaya

Itulah penjelasan penggabungan titik-titik bersambungan yang dalam karya seni. Semoga dengan penjelasan di atas dapat menambah wawasan tentang unsur dalam karya seni rupa.(MZM)