Unsur-Unsur yang Tidak Terdapat dalam Teks Cerita Sejarah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks cerita sejarah merupakan salah satu jenis teks dalam penulisan bahasa Indonesia. Unsur-unsur yang tidak terdapat dalam teks cerita sejarah adalah semua hal diluar orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi. Simak ulasannya melalui tulisan berikut ini.
Pengertian teks cerita sejarah dijelaskan dalam buku CMS Cara Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA dan MA: Latihan Soal dan Pembahasan HOTS yang ditulis oleh Tomi Rianto (Bumi Aksara). Berdasarkan buku tersebut, pengertian teks cerita sejarah adalah tulisan yang menceritakan tentang fakta, kejadian, atau kisah hidup manusia dengan mengolah fakta sejarah sebagai latar terjadinya peristiwa.
Unsur-Unsur di Luar Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah memiliki ciri-ciri, unsur atau struktur, dan kaidah kebahasaan yang membedakan dengan jenis teks lain. Unsur-unsur yang tidak terdapat dalam teks cerita sejarah adalah hal-hal diluar dari struktur teks cerita sejarah. Untuk itu mari kita simak lebih dulu ulasan mengenai Teks cerita sejarah berikut ini.
Ciri-Ciri Teks Sejarah
Ciri-ciri teks sejarah dapat dikenali dari hal-hal sebagai berikut,
Disajikan secara kronologis, urutan peristiwa, atau urutan kejadian.
Bentuk teks berupa cerita ulang (recount).
Struktur teks orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi.
Menggunakan konjungsi temporal.
Isinya berupa fakta.
Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Adapun kaidah kebahasaan pada Teks cerita sejarah antara lain,
Menggunakan kata lampau.
Penyebutan tokoh.
Kata yang menunjukkan latar.
Kata-kata yang mendeskripsikan tokoh.
Memuat kata kerja yang menunjukkan peristiwa yang dialami para pelaku.
Memuat sudut pandang pengarang.
Unsur-Unsur atau Struktur Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah memiliki unsur -unsur yang membangun tulisan. Berikut adalah unsur-unsur yang terdapat dalam Teks cerita sejarah,
Orientasi, adalah bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.
Urutan peristiwa, merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi. Umumnya urutan peristiwa disajikan dalam bentuk kronologis.
Reorientasi, merupakan bagian teks cerita sejarah yang berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan. Reorientasi bukan merupakan hal yang wajib ada pada Teks cerita sejarah.
Berdasarkan ulasan diatas, maka unsur-unsur yang tidak terdapat dalam teks cerita sejarah adalah hal-hal diluar dari orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi.(DK)
