Upacara Adat Jawa Tengah Lengkap dengan Pakaian Tradisionalnya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan upacara adat yang masih banyak dilakukan masyarakat setempat hingga saat ini. Untuk mengenal apa saja upacara adat Jawa Tengah dan pakaian tradisionalnya, mari kita simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Upacara Adat Jawa Tengah Lengkap dengan Pakaian Tradisional yang Khas
Indonesia merupakan negara kepulauan yang populer dengan keanekaragaman budayanya. Setiap daerah di Indonesia memiliki keragaman budaya yang bermacam-macam sesuai dengan ciri khas daerah. Hal ini dapat kita temukan dalam berbagai aspek, salah satunya adalah keragaman upacara adat yang masih banyak dilakukan masyarakat setempat.
Di Jawa Tengah, masih banyak daerah yang banyak melakukan upacara adat seperti yang dilakukan para leluhurnya. Ada banyak sekali ragam upacara adat Jawa Tengah yang masih dilakukan hingga saat ini. Berikut ini adalah sederet upacara adat Jawa Tengah:
Tradisi Wetonan: upacara yang dilakukan guna menyambut bayi yang baru lahir
Tradisi Popokan: tradisi melempar lumpur pada saat hari Jumat Kliwon di bulan Agustus yang dilakukan oleh masyarakat daerah Beringin dan Semarang.
Tradisi Syawalan (Lebaran Ketupat): tradisi menyajikan ketupat yang dilakukan selama 7 hari setelah merayakan hari raya Idul Fitri.
Upacara Tingkeban (Upacara Mitoni): upacara yang dilakukan usia kandungan baru berusia tujuh bulan yang dilakukan dengan cara memandikan ibu dan membacakan doa yang bisa memberikan keberkahan bagi bayi yang dikandung.
Upacara Tedak Siten (Turun Tanah): tradisi yang dilakukan oleh orang tua di pagi hari sesuai dengan tanggal dan hari kelahiran anak di usia 7 bulan.
Mubeng Beteng (Tradisi Malam Satu Suro): tradisi yang dilakukan pada malam satu suro dengan mengelilingi benteng atau keraton Yogyakarta untuk refleksi dan introspeksi diri dengan larangan berbicara, makan, dan minum selama upacaranya.
Selain upacara adatnya yang beragam, provinsi yang memiliki lima gunung berapi aktif ini juga memiliki ciri khas dari segi pakaian tradisional atau pakaian adat yang unik. Dalam buku yang berjudul Mengenal Rumah Adat, Pakaian Adat, Tarian Adat, Dan Senjata Tradisional (2009:28) pakaian adat Jawa Tengah terbagi menjadi dua yaitu untuk wanita dan untuk pria.
Dalam bulu tersebut juga dipaparkan bahwa pakaian adat wanita memakai sanggul yang diisi daun pandan wangi dan disebut bokor mangkureb. Pakaian adat Jawa Tengah untuk wanita ini biasanya digunakan saat upacara pernikahan. Bagian sanggul ini diberi untaian bunga melati. Sedangkan bajunya berupa kebaya anggun yang disandingi dengan kain batik yang bercorak sama dengan pakaian adat untuk pria. Perhiasan yang dkenakan antara lain cincin, gelang, subang dan kalung. Baik wanita ataupun pria, sama-sama menggunakan selop sebagai alas kakinya.
Pakaian adat Jawa Tengah untuk pria menggunakan jas sikepan. Bawahannya adalah kain batik dengan motif parang rusak. Tak hanya itu, pakaian pria juga dilengkapi dengan penutup kepala bernama kuluk. Tak lupa juga diselipkan sebilah keris di pinggang. Pakaian adat Jawa Tengah untuk pria ini juga digunakan pada saat pernikahan yang dijadikan sebagai pasangan bagi pakaian adat Jawa Tengah wanita.
Itu dia sederet upacara adat Jawa Tengah dan pakaian tradisionalnya yang menjadi ciri khas Jawa Tengah yang cukup populer di Indonesia. Pengetahuan tentang keragaman upacara adat dan baju tradisional Jawa Tengah ini dapat memperluas wawasan kita tentang kebudayaan Jawa Tengah. (DAP)
